BANDA ACEH – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan kepada penduduk di wilayah pesisir Provinsi Aceh agar waspada terhadap kemungkinan kenaikan pasang air laut atau potensi banjir rob yang disebabkan oleh pengaruh fenomena Super Blue Moon pada 31 Agustus 2023.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG, Andi Azhar Rusdin, yang berada di Banda Aceh, menjelaskan bahwa fenomena Super Blue Moon memiliki potensi untuk meningkatkan tinggi pasang air laut maksimum.
Dia menguraikan bahwa Super Blue Moon adalah peristiwa di mana dua fenomena Super Moon terjadi dalam satu bulan. Fenomena ini bisa diamati di Aceh jika cuaca sedang cerah. Namun, dia menegaskan bahwa kondisi ini hanya dapat terjadi ketika tidak ada hujan.
“Bisa terlihat di Aceh apabila kondisi cuaca cerah atau tidak hujan,” ujarnya, dilansir dari Antara, Kamis (31/8/2023).
Di sisi lain, Miftahul, seorang prakirawan dari BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Aceh Besar, menyebutkan bahwa fenomena Super Blue Moon muncul saat bulan purnama bersamaan dengan perigee, yang merupakan titik terdekat bulan dengan bumi dalam lintasan orbitnya.
Pada saat itu kata dia, bulan akan tampak lebih besar dan lebih terang daripada biasanya. Biasanya, fenomena ini akan berdampak pada peningkatan tinggi maksimum pasang air laut di sejumlah wilayah Indonesia.
Namun, di wilayah Aceh, ketinggian gelombang laut diperkirakan masih berada pada tingkat rendah hingga sedang, berkisar antara 0,5 hingga 2,5 meter.
Lebih lanjut, Miftahul menambahkan bahwa daerah perairan tertentu, seperti perairan Utara Sabang, perairan Barat Aceh, dan Samudra Hindia Barat Aceh, memiliki potensi gelombang tinggi yang bahkan dapat mencapai ketinggian 4 meter atau lebih.
“Untuk wilayah perairan dengan potensi gelombang tinggi yang dapat mencapai ketinggian 4 meter atau lebih yaitu perairan Utara Sabang, perairan Barat Aceh dan Samudra Hindia Barat Aceh,” ujarnya.
Dalam hal prakiraan cuaca di wilayah Aceh, Miftahul menyampaikan bahwa dalam tiga hari ke depan, diperkirakan akan ada kondisi cuaca umum yang bervariasi antara cerah berawan hingga berawan di pagi hari, dengan kemungkinan adanya hujan di beberapa wilayah pada siang hingga sore hari.
“Hal ini terjadi karena adanya gangguan berupa belokan angin yg membentuk daerah perlambatan kecepatan angin. Kondisi tersebut dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Aceh,” ujarnya.





