Gedung Baru Ponpes Muzdatul Falah Bangkitkan Semangat Pendidikan Warga Desa Babakan Sadeng

JAKARTA, KBKNEWS.id – Dompet Dhuafa meresmikan bangunan baru Pondok Pesantren dan Majelis Taklim Muzdatul Falah di kaki perbukitan di Desa Babakan Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, pada Kamis pagi (10/7/2025).

Peresmian dilakukan tepat menjelang tahun ajaran baru 2025/2026, dan akan jadi babak baru bagi Ponpes Muzdatul Falah yang selama ini telah berjuang menjaga denyut pendidikan dan keislaman di tengah keterbatasan infrastruktur.

“Alhamdulillah, Allah mempertemukan kami dengan Dompet Dhuafa. Setelah melalui masa-masa sulit karena bangunan lama roboh dan kegiatan pesantren sempat terhenti, kini kami bisa mulai kembali dengan semangat dan fasilitas yang lebih baik,” ungkap Dr. KH. Cecep Sonhaji, M.Ag, selaku Pimpinan Yayasan Muzdatul Falah, dalam sambutannya di hadapan ratusan hadirin.

Yayasan Muzdatul Falah diketahui telah memiliki sejarah panjang dalam dunia pendidikan dan dakwah. Berdirinya secara resmi pada tahun 2017 adalah kelanjutan dari Yayasan Darul Khaeriyah yang telah berdiri sejak tahun 1983. Rebranding nama tersebut menjadi titik awal semangat baru untuk memperluas manfaat.

Namun, ujian datang silih berganti. Bangunan pesantren yang dibangun pada 2001 dan majelis taklim yang berdiri pada 2010 perlahan menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Ditambah lagi, pandemi COVID-19 pada 2021 memaksa kegiatan santri berhenti total.

Satu per satu faktor menghambat aktivitas, mulai dari bangunan yang rapuh, pengasuh utama yang ditugaskan keluar kota sebagai abdi negara sejak 2019, hingga akhirnya, bencana alam pada Desember 2023 merobohkan bangunan majelis taklim akibat hujan deras dan angin kencang.

Hingga Dompet Dhuafa hadir menjawab kerisauan itu, melalui dana wakaf yang dihimpun dari publik, pembangunan kompleks baru dimulai. Selama tiga bulan, masyarakat sekitar turut bahu membahu. Akses jalan menuju lokasi pembangunan yang hanya bisa dilalui sepeda motor tak menyurutkan tekad mereka untuk mengangkut material dan membantu proses pembangunan secara gotong royong.

“Ini bukan hanya tentang membangun gedung, tapi membangun harapan dan masa depan generasi penerus,” ungkap Muhammad Syafiie, Senior Officer Pengembangan Wakaf Dompet Dhuafa, dalam sambutannya.

Kini, bangunan baru tersebut akan digunakan untuk berbagai kegiatan. Aula majelis taklim akan difungsikan sebagai tempat pengajian ibu-ibu, perayaan Hari Besar Islam (PHBI), shalat tarawih, hingga shalat Idul Fitri dan Idul Adha. Aula ini juga akan digunakan santri dalam kegiatan keislaman seperti muhadhoroh, kajian kitab kuning (turats), hingga Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ).

Sementara bangunan utama pondok akan digunakan sebagai ruang guru, kamar santri putra, dan ruang kelas untuk program pendidikan PAUDQu, MDTA, serta jenjang SMP. Rencananya, akan ada sekitar 70 santri yang menempati bangunan ini, mencakup tingkat SD dan SMP.

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here