Gelombang ke-3 Pandemi Covid di Eropa

Petugas berjaga-jaga di tengah lockdown di Paris yang akan diberlakukan dari 23 Maret sampai 5 Mei akibat lonjakan kasus-kasus infeksi Covid-baru.

PANDEMI global Covid-19 agaknya belum segera akan berakhir, malah kini muncul kekhawatiran munculnya serangan gelombang ketiga penyakit akibat virus corona yang terus bermutasi menjadi sejumlah varian baru.

Perancis dan Polandia dilaporkan kembali menerapkan penguncian wilayah secara parsial (semacam PSBB), setelah kedua negara  mengalami lonjakan tajam kasus-kasus infeksi Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir.

Sekitar 21 juta orang di 16 wilayah Perancis, termasuk ibu kota Paris, terkena dampaknya akibat lockdown terbatas yang diberlakukan mulai JUmat lalu (19/3) dipicu kecemasan pada gelombang ketiga serangan Covid-19.

Sekitar 4,2 juta orang terpapar dan 92.000 meninggal di Perancis sejak awal penyebaran Covid-19 yang berawal dari kota Wuhan, Provinsi Hubei, pertengahan Desember 2019 yang dengan cepat menyebar menjadi pandemi global.

Di Polandia dilaporkan, toko, hotel, helat seni budaya dan olahraga ditutup di seluruh negeri selama tiga minggu akibat terjadinya angka lonjakan  kasus harian baru Covid-19 tertinggi sejak November.

Sementara Kanselir Jerman Angela Merkel juga mengingatkan kemungkinan akan diberlakukannya lockdown di negaranya menyusul  kenaikan kasus-kasus harian Covid-19 secara eksponensial dalam pekan-pekan terakhir ini.

Program vaksinasi di daratan Eropah tedampak penangguhan penggunaan vaksin AstraZeneca oleh sejumlah negara di kawasan itu akibat dugaan adanya kasus tromboemboli atau penggumpalan darah dari puluhan orang yang divaksinasi.

Namun setelah Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Badan Obat-obatan Eropa (EMA) menegaskan lagi bahwa vaksin aman digunakan dan tidak terbukti menyebabkan thromboemboli, izin penggunaannya kembali diberikan.

Covid-19 di Indonesia Turun

Di Indonesia sendiri, tren penambahan kasus harian Covid-19 sejak sekitar pertengahan Februari lalu sudah turun drastis, dari rata-rata di atas 10.000 kasus, kini menjadi sekitar empats sampai enam ribuan kasus.

Selain kemungkinan akibat dampak vaksinasi yang digelar sejak 13 Oktober lalu, penurunan penyebaran Covid-19 juga berkat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan  Masyarakat (PPKM) skala Mikro.

PSBB ditambah PPKM di tujuh provinsi di P. Jawa plus Bali diberlakukan sejak 5 Februari dan terus diperpanjang sampai 5 April dan diperluas ke lima provinsi (Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan).

Namun demikian, kekhawatiran akan serangan gelombang baru Covid-19 juga terjadi akibat munculnya sejumlah kasus varian virus corona baru akibat mutasi yakni B.1.1.7 asal Inggeris, B.351 asal Afrika Selatan dan B.1. 128 (P1) asal Brazil.

Indonesia dan dunia agaknya belum bisa santai sejenak atau lengah dalam perang melawan Covid-19.

 

Advertisement