Gelombang Panas di Korea Selatan, Belasan Warga Meninggal

Ilustrasi Warga meminimalisir cuaca panas dengan cuci muka/ AP

SEOUL – Setidaknya 14 orang telah meninggal akibat gelombang panas di Korea Selatan setelah dua wanita lainnya meninggal pada hari Minggu (4/8).

Menurut Kementerian Dalam Negeri, dua wanita berusia 70-an meninggal karena cuaca yang sangat panas pada hari Minggu, dengan ditemukan tidak sadarkan diri di rumahnya di Seoul dan kemudian meninggal karena penyakit yang berhubungan dengan panas.

Sementara wanita berusia 78 tahun lainnya meninggal pada hari yang sama saat bekerja di sebuah pertanian di daerah Goheung di selatan Seoul.

Hampir 1.700 orang juga dirawat di rumah sakit karena penyakit yang berhubungan dengan panas tahun ini.

Sekitar 303.000 ternak telah mati karena panas ekstrem, termasuk 277.000 unggas, sejak 11 Juni.

Beberapa bagian Korea Selatan masih berada di bawah peringatan panas karena badan cuaca setempat mengatakan bahwa panas saat ini akan berlanjut hingga pertengahan Agustus.

Pada hari Minggu, negara itu mencatat 12 malam tropis sejauh musim panas ini, melampaui puncak sebelumnya sekitar 10 hari yang ditetapkan pada tahun 2018.

Malam tropis mengacu pada suhu malam hari yang tetap di atas 25C (77F) antara pukul 6:01 malam dan 9 pagi hari berikutnya, menurut badan tersebut.

Minggu lalu, Korea Selatan mengeluarkan peringatan gelombang panas tertinggi ketika suhu melonjak hingga sekitar 40C (104F) di beberapa wilayah.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here