spot_img

Gencatan Senjata di Yaman hanya Bertahan Beberapa Jam

SANAA—Perjanjian gencatan senjata yang difasilitasi PBB hanya bertahan beberapa jam setelah kedua pihak tidak bisa menahan diri. Semestinya, gencatan senjata ini sudah mulai berlaku dan berlangsung selama satu pekan.

Serangan udara dilancarkan pada Sabtu (11/7/2015) dini hari di ibukota Sanaa dan kota terbesar ketiga di Yaman, Taiz. Pertempuran darat juga dilaporkan yang melibatkan milisi Houthi dengan milisi pendukung presiden Yaman. Kedua belah pihak saling menyalahkan, dan saling munuduh pihak lain yang melanggar gencatan senjata.

Lembaga-lembaga kemanusiaan mengingatkan, batalnya gencanatan senjata ini bisa memperburuk krisis di Yaman.

Sebelumnya, PBB mengumumkan gencatan senjata akan dimulai pada Jumat (10/7/2015), pada pukul 23.59. Perjanjian ini berlaku hingga akhir Ramadhan. Dengan demikian badan bantuan kemanusiaan bisa masuk untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang akan merayakan hari raya.

Brigadir Jenderal Ahmed Asseri, seorang juru bicara militer Saudi mengatakan, Koalisi harus mengetahui terlebih dahulu bahwa Houthi akan menghormati perjanjian ini. Sementara pemimpin Houthi Abdelmalik al-Houthi mengatakan gencatan senjata ini juga berlaku untuk tentara-tentara bayaran presiden. Demikian dilaporkan Al Jazeera.

Hakim al-Masmari, pemimpin redaksi Yaman Post, mengatakan rakyat Yaman selalu pesimis dengan perjanjian gencatan senjata. “Ada banyak serangan udara yang terjadi di berbagai provinsi. Tidak ada yang bisa diharapkan dari perjanjian gencatan senjata ini.  Yaman adalah negara tanpa hukum, itu dikendalikan oleh militan dan bukan pemerintah,” kata Masmari.

spot_img

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


spot_img

Latest Articles