JAKARTA – Perang antara Lebanon dan Israel yang berlangsung selama satu tahun akhirnya menemukan titik terang setelah upaya diplomatik dari Amerika Serikat dan Prancis membuahkan hasil.
Perang ini dimulai setelah Hizbullah, kelompok militan Lebanon, melancarkan serangan terhadap Israel, sebagai bentuk solidaritas terhadap Hamas dan penduduk Gaza.
Serangan ini juga bertujuan untuk menekan Israel agar menghentikan kekerasan di Gaza. Israel merespons dengan serangan udara dan kemudian menginvasi Lebanon pada Oktober 2023.
Akibat serangan tersebut, lebih dari 3.800 orang tewas dan lebih dari 15.800 orang lainnya terluka. Upaya diplomatik yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Prancis akhirnya berhasil mengakhiri konflik tersebut dengan tercapainya gencatan senjata.
Berikut adalah reaksi dunia terhadap gencatan senjata yang terwujud antara Lebanon dan Israel:
Turki
Turki menyambut baik kesepakatan gencatan senjata dan berharap ini dapat berlangsung permanen. Mereka mendesak masyarakat internasional untuk menekan Israel agar mematuhi kesepakatan tersebut dan memberikan ganti rugi atas kerusakan yang ditimbulkan di Lebanon.
“Kami menyambut baik penyelesaian negosiasi yang sukses untuk menetapkan gencatan senjata di Lebanon dan berharap gencatan senjata tersebut akan bersifat permanen,” kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan.
Mereka juga mengingatkan untuk memastikan perdamaian dan stabilitas regional, gencatan senjata permanen dan menyeluruh harus dideklarasikan di Gaza sesegera mungkin dan Israel juga harus menghentikan kebijakan agresifnya.
Uni Eropa
Josep Borrell, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, menyatakan bahwa gencatan senjata ini memberikan kelegaan di tengah situasi yang menghancurkan di Timur Tengah.
Uni Eropa mendesak implementasi penuh Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 untuk menjaga perdamaian antara Lebanon dan Israel, serta mendukung pemilihan presiden di Lebanon untuk mengatasi krisis politik di negara tersebut.
Amerika Serikat dan Prancis
Presiden Joe Biden dan Emmanuel Macron mengeluarkan pernyataan bersama yang menyambut kesepakatan ini dan berharap gencatan senjata dapat membuka jalan bagi perdamaian yang abadi di kawasan tersebut.
“Pengumuman ini akan menciptakan kondisi yang memungkinkan pulihnya ketenangan abadi dan memungkinkan penduduk di Israel dan Lebanon untuk kembali dengan selamat ke rumah mereka di kedua sisi batas demarkasi Garis Biru,” kata pernyataan itu.
Inggris, Irlandia, Belgia, Slovenia, dan Jerman
Pemerintah negara-negara Eropa lainnya, seperti Inggris, Irlandia, Belgia, Slovenia, dan Jerman, juga memberikan dukungan terhadap gencatan senjata ini.
Mereka mendesak agar kesepakatan tersebut dapat menjadi dasar untuk solusi politik yang lebih luas di Timur Tengah, termasuk penghentian konflik di Gaza dan pembebasan para sandera.





