Gubernur Anies Ungkap Sudah 401 Jenazah Dimakamkan dengan Prosedur Covid-19 di Jakarta

Ilustrasi pemakaman jenazah pasien corona/ Kompas.com

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut setiap hari, ada puluhan jenazah di DKI Jakarta dimakamkan sesuai dengan standar penyakit menular seperti Covid-19.

Hingga kini menurutnya, ada 401 jenazah yang dimakamkan dengan prosedur pasien Covid-19.

“Sampai kemarin itu jumlah yang meninggal dan dimakamkan dengan cara protap Covid ada 401 kasus. Pagi ini ada 38 jenazah yang dimakamkan dengan protap Covid,” kata Anies, mengutip data Dinas Pemakaman dan Hutan Kota dan disampaikan kepada Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin dalam rapat teleconference..

Angka ini, kata dia, terus meningkat per harinya sejak hari pertama pasien Covid dinyatakan meninggal. Anies mengatakan jumlah pasien meninggal beberapa waktu belakang sudah mencapai angka puluhan per hari.

“Jadi pertama kali kasus meninggal tanggal 6 (Maret). Lalu 12 Maret mulai satu dua (jenazah) dan tren meningkat 4, 7 dan belasan. Puluhan sekarang.Tiap hari 40 (yang meninggal). Hari ini saja 30 orang pagi tadi,” ungkap Anies.

Padahal menurut Anies, kenyataan yang terjadi banyak pasien yang hasil pemeriksaan Covid belum keluar, namun sudah meninggal. Kata Anies sebenarnya pasien seperti ini tidak bisa dikategorikan sebagai pasien Covid-19.

Namun, DKI tetap memakamkan jenazah tersebut sesuai dengan prosedur dan tata pelaksanaan pasien virus corona.

“Sebagian yang terkena Covid itu belum tuntas proses pengetesannya. Karena belum tuntas meninggal maka tak bisa secara resmi disebut pasien Covid-19,” jelas Anies, dikutip CNNIndonesia.com.

 

Advertisement