KARO – Gunung Sinabung pada Kamis sekitar pukul 12.00 WIB erupsi dan meluncurkan awan panas setinggi 2.000 meter mengarah ke timur dan tenggara.
“Selain itu, asap kawah bertekanan lemah hingga sedang teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 200-300 meter di atas puncak kawah,” ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo Natanail Perangin-angin.
Ia menyebutkan,seperti dilansir Antara, jumlah awan panas guguran dua, amplitudo 120 mm, dan durasi 164-184 detik.
Sebelumnya, Gunung Sinabung erupsi pada Rabu (4/11/2020) sekitar pukul 12.00 WIB dengan meluncurkan awan panas setinggi 1.500 meter mengarah ke timur dan tenggara.
Teramati guguran dengan jarak luncur 500-1.000 meter mengarah ke timur dan tenggara.
Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 50-200 meter di atas puncak kawah. Jumlah awan panas guguran 1 (satu), amplitudo 120 mm, durasi 155 detik.
Saat ini Gunung Sinabung berada pada status III (Siaga) dengan rekomendasi warga maupun petani agar tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius 3 Km dari Puncak Gunung Sinabung. Selanjutnya radius sektoral 5 Km untuk sektor selatan-timur, dan 4 Km untuk sektor timur-utara.





