GAZA (KBK) – Gerakan Perlawanan Islam Hamas menyebutkan, rencana PM Israel Benjamin Netanyahu yang bersumpah akan menanggapi keras perjuangan rakyat Palestina di Tepi Barat dan al Quds dan akan menghancurkan rumah-rumah Palestina sebagai balasan, merupakan sebuah keputusan rasis.
Hamas menegaskan bahwa keputusan itu akan menambah kegigihan rakyat Palestina untuk melakukan perlawanan.
Jurubicara Gerakan Hamas Dr. Sami Abu Zuhri mengatakan, “Keputusan Netanyahu terakhir rasis dan bertentangan dengan hukum internasional.” Dia menegaskan bahwa kejahatan ini tidak akan berhasil mematahkan kehendak rakyat Palestina dan semakin menambah kegigihannya untuk melawan dan berkonfrontasi dengan penjajah Zionis.
Sebelumnya dalam penutupan sidang konsultasi keamanan darurat di gedung kementrian militer Israel, yang berlangsung selama 4 jam, Ahad (4/10/2015) malam, Netanyahu mengumumkan, “Telah disepakati percepatan operasi penghancuran rumah-rumah para pelaku aksi, pelaksanaan perintah pendeportasian orang-orang al Quds yang dituduh melakukan provokasi, selain itu disepakati penambahan basukan baru di Tepi Barat dan al Quds sebagai upaya untuk menghentikan serangan-serangan yang dialami para serdadu dan pemukim Yahudi.”
Seperti diberitakan Pusat Informasi Palestina, pertemuan keamanan darurat itu juga menelorkan keputusan khusus untuk mengaktifkan penahanan administratif secara luas di al Quds.




