Hari ke-775 Perang Rusia vs Ukraina

Rusia dan Ukraina saling tuding, siapa yang bertanggungjawab menyerang pusat nuklir Zaporizhia di Ukraina, Minggu lalu (7/4).

PERANG Rusia vs Ukraina sudah yang berkecamuk ejak 24 Okt. 10022 memasuki hari ke-775, Senin (8/4) namun belum tampak tanda-tanda akan mereda,  sebaliknya kedua pihak saling tuding terkait pertempuran yang terjadi di lapangan.

Mengutip sejumlah sumber, Rusia dituduh menyebarkan informasi palsu dengan menyebutkan, drone-drone Ukraina telah menyerang pembangkit tenaga listrik nuklir di Zaporiszhia yang diduduki tentaranya.

Kepala pusat penanggulangan disinformasi Ukraina, Letnan Andriy Kovalenko mengatakan, Rusia mengintensifkan provokasi dan penyebaran berita palsu dan mengklaim, Ukraina menyerang PLTN tersebut, Minggu (7/4),“

“Rusia menyerang dengan drone, merekayasa selah-olah ancaman terhadap pembangkit listrik dan keamanan nuklir bersumber dari Ukraina,” kata Kovalenko.

Badan Pengawas Nuklir PBB mengutuk serangan ke PLTN Zaporizhzhia dan sebelumnya menyerukan pada kedua belah pihak yang bertikai menahan diri untuk tidak menyerang  pembangkit listrik tenaga nuklir tersebut.

Sementara itu, Pejabat Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafel Gozzi mengonfirmasikan, setidaknya ada tiga serangan langsung terhadap struktur penahanan reaktor utama di lokasi tersebut.

Serangan-serangan seperti itu secara signifikan meningkatkan risiko kecelakaan nuklir yang besar, katanya, sementara pasukan Rusia telah dituduh secara sistematis menggunakan serangan gas kimia ilegal terhadap tentara Ukraina.

Pasukan Ukraina mengklaim bahwa mereka telah menjadi sasaran serangan hampir setiap hari dari pesawat tak berawak kecil yang menjatuhkan gas air mata dan bahan kimia lainnya.

Penggunaan zat-zat kimia berbahaya tersebut yang dikenal sebagai CS dilarang dalam perang berdasarkan Konvensi Senjata Kimia.

Sementara mengutip AFP, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengingatkan, Ukraina bakal kalah dalam perang melawan Rusia jika Kongres Amerika Serikat (AS) tidak menyetujui paket bantuan militer yang diperlukan.

Ukraina sendiri telah berulangkali menyerukan Washington agar mulai mengucurkan paket bantuan senilai 60 miliar dollar AS yang telah diblokir oleh Partai Republik di Kongres selama berbulan-bulan.

“Penting untuk kami sampaikan kepada Kongres AS, jika kami tidak dibantu (dengan pasokan alutsista-red), Ukraina akan kalah perang,” kata Zelensky dalam sebuah tayangan video, Minggu (7/9).

Dilema bagi AS, mendukung terus Ukraina berarti menguras dana besar untuk memasok alutsista, jika tidak, Ukraina dengan mudah bakal dilumat Rusia, seteru bebuyutannya.

 

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here