spot_img

Israel diindikasikan bakal serang Rafah

PASUKAN Israel (IDF) dilaporkan sudah ditarik dari wilayah Gaza selatan, Palestina yang didudukinya sejak 8 Okt, agaknya untuk mempersiapkan serangan ke wilayah Rafah yang berbatasan dengan Mesir.

Secara sporadis IDF sudah membombardir wilayah Rafah, walau berdasarkan Resolusi DK PBB, Israel harus mematuhi gencatan senjata dan memberikan akses luas bagi bantuan kemanusiaan ke wilayah Gaza.

Sebaliknya, untuk pembenaran alasan menyerang Rafah, Menhan Israel Yoav Gallant, Senin (8/4) meyatakan keyakinannya,  kelompok Hamas berada di tengah 1,5 juta warga Palestina yang ada di kota perbatasan dengan Mesir itu.

Menurut Gallant, divisi komando Israel ditarik setelah berbulan-bulan pertempuran sengit karena Hamas tidak ada lagi di Khan Younis, di utara Rafah. Selain itu, Gallant juga menyatakan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan kesepakatan mengenai pelepasan sandera dengan Hamas.

Sekitar 1.400 warga Israel tewas dan 240 orang disadera dalam operasi mendadak yang dilancarkan pihak Hamas ke wilayah Israel selatan, 7 Feb. yang kemudian memicu serangan balasan Israel ke  Gaza yang sat ini sudah menewaskan lebih 32.000 warga Palestina.

Dengan dilakukannya pembicaraan tidak langsung di Kairo, Mesir antara Israel dan Hamas mengenai gencatan senjata di Gaza dan kesepakatan terkait soal sandera, Gallant menilai kini saat yang tepat.

“Saya pikir kita berada pada saat yang tepat untuk melakukan kesepakatan dengan Hamas,” kata dia di hadapan satuan tentara Israel seperti dikutip dari AFP.

Pasukan Israel terus melancarkan serangannya di Jalur Gaza, bahkan berencana melakukan invasi di wilayah padat penduduk di Rafah, padahal, sekitar 1,4 juta warga Palestina diyakini mengungsi di Rafah yang berbatasan dengan Mesir.

Mesir yang merupakan negara Arab pertama yang meneken perjanjian perdamaian berdasarkan Kesepakatan Camp David (1978) mengancam Israel akan membekukan sejumlah kesepakatan jika negara Yahudi itu nekad menyerang Rafah

Mala petaka kemanusiaan bakal terjadi jika Israel nekat menyerang Rafah mengingat jutaan pengungsi yang saat ini berada di sana dalam kondisi kurang makan dan gizi buruk. (AFP/ns).

spot_img

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


spot_img

Latest Articles