JAKARTA – Cuaca ekstrem berupa hujan dan angin kencang melanda wilayah Jabodetabek beberapa hari ini, dan disebabkan kemunculan bibit siklon 91S.
Ahli Klimatologi Pusat Penelitian Iklim dan Atmosfer, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Dr Erma Yulihastin mengatakan bibit siklon ini adalah kejadian langka yang jadi penyebab banjir besar Jakarta pada 2002 silam.
“Bibit siklon 91S semakin mendekat Jabodetabek. Ini adalah event langka yang mengulang penyebab banjir besar Jakarta 2002,” kicaunya dalam media sosial X miliknya.
Erma menjelaskan bibit siklon 91S menyebabkan hujan dini hari yang persisten (terus-menerus) selama beberapa hari. Fenomena ini seharusnya menjadi langka karena terjadi setiap 10-50 tahun sekali.
Namun beberapa tahun kebelakang, Indonesia semakin sering mengalami siklon tropis lainnya. Menurut Erma hal ini adalah sinyal nyata dari hadirnya perubahan iklim.
Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga sudah mengatakan jika bibit siklon tropis 91S hadir di Samudra Hindia bagian tenggara dan barat daya Banten. Mereka juga memprediksikan ada kemungkinan tumbuhnya bibit siklon 91S menjadi siklon tropis pada kategori sedang-tinggi.
“Dengan kecepatan angin maksimum 25-35 knots dan tekanan udara minimum 996 hPa, bibit siklon ini telah bergerak ke arah tenggara dan menjauhi wilayah Indonesia,” tulis keterangan BMKG dalam postingan di Instagram resminya.





