JAKARTA – Salah satu keistimewaan Ramadan adalah dibelenggunya setan. Tetapi, hal ini menimbulkan pertanyaan, kenapa masih banyak maksiat dan kejahatan saat Ramadan? Lantas, apa makna sebenarnya?
Hadis setan dibelenggu di bulan Ramadan berasal dari riwayat Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Dari Abu Hurairah radiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: ‘Bila bulan Ramadan tiba, maka dibukalah pintu-pintu surga, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan pun dibelenggu.”
Bagaimana maknanya? Apakah pada bulan Ramadan pintu surga benar-benar dibuka dan pintu neraka benar-benar ditutup? Apakah pada bulan Ramadan setan-setan benar dibelenggu?
Para ulama berpendapat bahwa hadis di atas mempunyai dua kemungkinan makna sekaligus, baik makna sebenarnya (hakikat) dan juga makna kiasan (majaz), sebagai berikut:
Jika Dimaknai Majaz
Pintu surga dibuka sebagai gambaran bahwa pahala dari Allah di bulan Ramadan sangat melimpah sehingga menjadi motivasi bagi para hamba-Nya untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya.
Pintu jahanam (neraka) ditutup sebagai gambaran bahwa ampunan dan maaf dari Allah di bulan Ramadan sangat melimpah sehingga mendorong para hamba-Nya untuk banyak bertobat dan meminta ampun.
Sedangkan para setan dibelenggu sebagai gambaran bahwa Allah mempersulit setan untuk menggoda para hamba-Nya di bulan Ramadan.
Setan menjadi lemah karena di bulan Ramadan sebagian besar kaum muslimin sedang semangatnya beribadah dengan banyak membaca Al-Qur’an, berpuasa sebulan penuh, tarawih sebulan penuh, bersedekah, zakat fitrah, dan ibadah lainnya.
Jika Dimaknai Hakikat
Pintu surga benar-benar dibuka, pintu neraka benar-benar ditutup dan para setan benar-benar dibelenggu. Semua itu terjadi dalam rangka memuliakan bulan Ramadan.
Timbul pertanyaan, jika setan benar-benar dibelenggu, mengapa masih banyak orang yang masih tidak puasa, tidak salat dan bermaksiat di bulan Ramadan?
Jawabnya mudah! Mereka yang bermaksiat di bulan Ramadan adalah karena pengaruh setan masih kental di dalam diri mereka walaupun setan sedang dibelenggu.





