BANDA ACEH – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, menyatakan bahwa Indonesia mengalami sekitar 10 bencana setiap hari, berdasarkan jumlah ribuan bencana yang terjadi setiap tahun.
“Jadi kalau kita rata-ratakan dalam satu hari minimal 10 kali bencana (di Indonesia),” kata Suharyanto pada rangkaian kegiatan peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2024 di Balai Meuseuraya Aceh, Banda Aceh, Kamis (10/19/2024).
Ia menjelaskan bahwa jumlah bencana di Indonesia fluktuatif setiap tahun. Pada 2021 terjadi 4.042 bencana, menurun menjadi 3.544 pada 2022, namun meningkat lagi menjadi 5.400 pada 2023, yang rata-ratanya sekitar 10 bencana per hari.
Menurutnya, hal ini menjelaskan mengapa saat acara seremonial berlangsung di Banda Aceh, tiga kabupaten di Aceh sedang mengalami bencana.
“Sekarang mungkin di Riau, Palembang, dan Kalimantan Tengah BNPB sedang sibuk memadamkan api, ada kebakaran hutan dan lahan di sana. Sementara di Aceh masih ada banjir dan longsor. Itulah realita yang tidak bisa kita hindari,” ujarnya.
Suharyanto menekankan bahwa bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, dan gunung meletus tidak bisa dicegah, terutama karena teknologi belum bisa memprediksi kapan bencana tersebut akan terjadi. Oleh karena itu, upaya yang perlu dilakukan adalah meminimalisasi dampak dari bencana.
Ia juga mencatat bahwa upaya mengurangi dampak bencana mulai menunjukkan hasil, dengan penurunan jumlah korban, baik yang meninggal, terluka, maupun kerusakan pada rumah dan infrastruktur.
“Untuk 2024, alhamdulillah, meskipun masih ada beberapa bulan lagi ke depan, memang ada kebakaran hutan dan lahan yang belum kita hitung. Tapi, kita pastikan lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya, ini berkat kerja keras kita semua,” tuturnya.





