
PROSES kematian masih menjadi misteri besar bagi dunia medis, namun, para ahli mulai mengungkap fakta yang sebenarnya terjadi pada tubuh manusia menjelang ajal.
Detikhealth mengutip Mirror UK (18/2) mengungkapkan, bagi kebanyakan orang yang meninggal, terjadi penurunan kondisi yang tajam dan mendadak dalam beberapa hari terakhir kehidupan, dikenal sebagai fase ‘kematian aktif’.
Ahli perawatan paliatif dari Stanford University, James Hallenbeck, menjelaskan orang yang mendekati kematian umumnya kehilangan indra dan nafsu makan dalam urutan tertentu.
“Pertama rasa lapar, lalu haus hilang. Selanjutnya, bicara mulai lirih  diikuti oleh penglihatan yang kabur,” terang Hallenbeck, dikutip dari Mirror UK.
“Indra terakhir yang hilang biasanya pendengaran dan sentuhan,” sambungnya.
Di sisi lain, adapula kepercayaan yang cukup luas bahwa seseorang melihat cahaya terang saat mendekati kematian.
Direktur Pusat Penelitian Cedera Otak UCLA, David Hovda, menjelaskan otak mulai mengorbankan area yang kurang penting untuk kelangsungan hidup.
“Saat otak mulai berubah dan mulai mati, bagian-bagian yang berbeda menjadi terdampak, dan salah satu bagian yang menjadi terangsang adalah sistem visual.
“Pada fase tersebut orang mulai melihat cahaya,” tuturnya.
Peningkatan aktivitas pada indra tertentu ini dinilai sejalan dengan pemahaman peneliti tentang reaksi otak terhadap kematian.
Mereka memang telah mengetahui bahwa neuron otak tetap aktif setelah kematian, namun, dalam kondisi ini neuron  memproduksi zat kimia baru dalam jumlah besar.
Seperti Mimpi
Pada jam-jam terakhir, pasien biasanya akan berhenti makan, minum, dan kehilangan penglihatan sebelum akhirnya menutup mata seperti tertidur. Hallenbeck menekankan bahwa kondisi ini berbeda dengan koma biasa.
“Kesan saya adalah ini bukan koma, keadaan tidak sadar, seperti yang dipikirkan banyak keluarga dan dokter. Tetapi, sesuatu seperti keadaan mimpi,” ungkapnya.
Hallenbeck menggambarkan momen terakhir ini dengan analogi yang menyentuh. Menurutnya, kondisi itu seperti badai, gelombang mulai naik, semakin tinggi dan tinggi.
“Dan akhirnya, mereka membawa orang itu ke laut,” ujar Hallenbeck.
Bagi umat beragama, kematian atau ajal adalah kuasa atau hak prerogatif serta rahasia Allah yang menetukannya, namun secara medis bisa dijelaskan penyebabnya. (detikhealth)




