Inflasi Merambat Naik

Kenaikan laju inflasi terus membayangi perekonomian nasional sampai Desember nanti akibat dampak kenaikan harga BBM bersubsidi dan bahan pangan akibat imbas perang Rusia vs Ukraina dan perubahan iklim global

ANGKA inflasi diperkirakan terus merambat naik sejak September lalu sampai akhir 2022 akibat dampak kenaikan harga BBM, bahan pangan dan tarif transportasi menjelang Natal dan Tahun Baru.

Komoditas utama penyumbang inflasi yang berdasarkan pantauan harga sampai minggu kelima September dengan total inflasi bulanan 1,1 persen yakni a.l. BBM (0,91 persen) , tarif angkutan dalam kota dan  angkutan antarkota (0,06 persen dan 0,002 persen) dan selebihnya harga beras, rokok, semen, pasir dan ikan dan lainya.

Tingkat inflasi pada September lalu, menurut Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk Irman Faiz (Kompas, 1/10) yakni 1,1 persen bulanan dan 5,9 persen secara tahunan sudah diatas target inflasi BI antara dua sampai empat persen.

Pada tahap pertama, kenaikan BBM berdampak langsung pada kenaikan inflasi yang akan diikuti kenaikan tarif transportasi umum dan barang atau logistik dan pada tahap kedua, kenaikan BBM akan memicu kenaikan harga pangan dan produk industri manufaktur.

Pemerintah sendiri berupaya megendalikan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat dengan melibatkan pemda, antara lain dengan menjaga produksi atau pasokan serta menanggung ongkos transportasi.

Pemerintah pusat, menurut Menko Pereknomian, Airlangga Hartarto, akan terus mendorong pengendalian inflasi daerah dengan memanfaatkan belanja tak terduga dalam APBD guna menjaga keterjangkauan harga, daya beli masyarakat, memberikan subsidi ongkos angkut dan transportasi, menjaga suplai bahan pangan dan pemberian bansos.

Pemda juga dapat memanfaatkan dua persen dana transfer daerah (Dana Alokasi Umum dan Dana Bagi Hasil) senilai Rp2,17 triliun untuk perlindungan sosial, usaha mikro kecil dan menengah serta nelayan.

Kini waktunya eratkan ikat pinggang, karena tak hanya Indonesia, sejumlah negara juga bakal terdampak resesi global akibat perang Rusia vs Ukraina dan perubahan iklim global.

Ayo ketatkan ikat pinggang!