JAKARTA – Ramadan menjadi kesempatan yang bagus untuk beralih ke produk investasi syariah terbaik. Selama puasa, muslim menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang dapat membatalkan puasa dari waktu fajar hingga Magrib.
Hal ini berarti kamu dapat menghemat uang yang biasanya digunakan untuk makan siang. Kamu bisa menginvestasikan uang yang biasanya dikeluarkan untuk makan siang ke dalam produk investasi syariah terbaik.
Selain mendapatkan keuntungan, investasi syariah juga memberikan manfaat untuk investasi di dunia dan di akhirat. Siapa yang tidak menginginkan keseimbangan dalam kehidupan untuk kedua aspek tersebut?
Semakin besar keuntungan yang didapat, semakin besar kesempatan untuk memberikan lebih banyak bagi sesama. Nah, apa saja produk investasi syariah terbaik yang bisa dipilih selama Ramadan?
1. Saham Syariah
Produk investasi syariah muncul karena adanya unsur riba pada konvensional (nonsyariah), seperti saham. Saham syariah menganut prinsip-prinsip Islam, salah satunya saham bukan berasal dari perusahaan yang menjual barang haram, merusak, atau berbahaya.
Saham-saham syariah harus melalui proses screening terlebih dahulu untuk masuk ke Daftar Efek Syariah (DES). Saham syariah terbagi menjadi dua, yaitu saham yang berbasis syariah dan saham yang sesuai prinsip syariah.
Keduanya terlihat serupa, tapi dasarnya berbeda. Saham berbasis syariah berasal dari perusahaan yang menyatakan bergerak di bidang syariah sejak awal berdiri.
Lalu, saham yang sesuai prinsip syariah berasal dari perusahaan nonsyariah, tetapi sahamnya memiliki kriteria syariah berdasarkan peraturan OJK. Selain itu, saham syariah menekankan pada bagi hasil yang dapat diputar lagi menjadi wakaf saham.
2. Wakaf Saham
Wakaf merupakan salah satu bentuk investasi syariah terbaik sekaligus berpahala. Kata siapa wakaf hanya untuk juragan tanah? Ada wakaf yang milenial friendly.! Selain itu, perkembangan pasar investasi syariah di Indonesia termasuk yang tertinggi di dunia.
Wakaf saham merupakan bentuk wakaf produktif. Islam memperbolehkan wakaf saham sesuai Fatwa DSN MUI No 40/DSN-MUI/X/2002 tentang Pasar Modal dan Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah di Bidang Pasar Modal dan Standar Syariah Internasional.
Objek wakaf saham terdiri dari dua jenis yaitu saham syariah yang tercatat di BEI dan masuk ISSI, atau keuntungan investasi saham syariah (capital gain & dividen). Cara mainnya serupa dengan mewakafkan harta yang lain, namun kali ini harta wakafnya berupa saham.
Hasil dari wakaf saham berguna untuk mengembangkan aset sesuai ikrar wakaf antara wakif sebagai pemilik saham dan nazir.
3. Zakat Saham
Investasi syariah dunia dan akhirat terbaik lainnya yaitu zakat saham. Majelis Ulama Indonesia menyebutkan bahwa saham merupakan kekayaan yang dimiliki umat Islam, maka saham wajib dizakatkan setelah mencapai nisab.
Cara perhitungannya seperti zakat emas, yaitu minimal nisab setara dengan 85 gram emas selama setahun. Lalu, total saham beserta dividennya dikeluarkan 2,5% untuk zakat. Zakat saham termasuk jenis zakat harta (mal).
4. Wakaf Emas
Kamu dapat mengalami Ramadan cuan dan berpahala dengan membeli emas untuk diwakafkan. Berwakaf tidak harus berbentuk tanah, tetapi juga uang yang dikonversikan ke dalam bentuk tabungan emas.
Sama seperti wakaf lainnya, emas merupakan harta yang diwakafkan oleh wakif kepada nazir. Nazir yang akan mengembangkan emas supaya hasilnya produktif.
Wakaf emas yang terkumpul dapat diagunkan di pegadaian syariah atau bank syariah untuk memperoleh pembiayaan pengembangan aset wakaf tanah.
Itulah investasi syariah terbaik yang berpeluang cuan materi dan pahala di bulan Ramadan. Sejatinya, bagi hasil pada investasi di atas merupakan ajang untuk berlomba-lomba dalam kebaikan dunia dan akhirat.
Selain itu, tidak ada riba karena berdasarkan prinsip Islam yang tidak memberatkan kondisi finansial orang lain.





