Iran Bantah Klaim Trump soal Perundingan di Tengah Konflik 

JAKARTA, KBKNEWS.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa Washington telah menggelar pembicaraan dengan Iran untuk menyelesaikan konflik di Timur Tengah.

Dalam unggahannya di Truth Social, Trump menyebut, “Amerika Serikat dan Iran telah selama dua hari terakhir melakukan pembicaraan yang sangat baik dan produktif terkait penyelesaian lengkap dan total atas permusuhan kita di Timur Tengah.”

Ia juga menambahkan telah memerintahkan penundaan serangan militer terhadap infrastruktur energi Iran selama lima hari, tergantung pada keberhasilan pertemuan dan diskusi yang sedang berlangsung.

Namun, pernyataan tersebut langsung dibantah oleh Iran. Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan, “Kami membantah apa yang dikatakan Presiden AS Donald Trump mengenai adanya negosiasi antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran.”

Iran juga menekankan posisinya, “Republik Islam Iran berpegang pada sikap menolak segala jenis negosiasi sebelum tercapainya tujuan Iran dari perang.”

Perbedaan klaim ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan.

Sebelumnya, Trump mengultimatum Iran untuk membuka Selat Hormuz dalam 48 jam atau menghadapi serangan terhadap fasilitas penting. Retorika keras tersebut membuat klaim adanya pembicaraan justru menimbulkan pertanyaan.

Analis menilai belum jelas apa fokus diskusi yang dimaksud Trump, apakah terkait program nuklir, rudal balistik, atau kemungkinan gencatan senjata. Sementara itu, Selat Hormuz dianggap terlalu strategis bagi Iran untuk dijadikan kompromi.

Di sisi lain, pernyataan Trump berdampak pada pasar global. Harga minyak Brent turun sekitar 13% menjadi sekitar US$96 per barel, sementara indeks FTSE 100 menguat setelah sebelumnya melemah.

Hingga kini, dunia internasional masih menunggu kejelasan terkait kebenaran klaim tersebut serta arah kebijakan kedua negara di tengah konflik yang terus berkembang.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here