Israel Bentuk Organisasi Bayaran untuk 'Halalkan' Kejahatannya

0
90

JERUSSALEM – Dimitri Deliani, anggota dewan revolusi gerakan Fatah menegaskan, pemerintah penjajah Israel membuat organisasi internasional bayaran untuk mengecoh dan mengelabui masyarakat internasional serta melegalkan kejahatan-kejahatan perang yang dilakukan di Gaza pada musim panas lalu.

Deliani mengatakan, negara penjajah Israel melalui organisasi “Sahabat Israel”  yang beranggotakan sekelompok pakar dan politisi terus membentuk lagi payung-payung (group/tim) kecil terdiri dari 11 orang yang berwarga negara Eropa. Tim ini telah melakukan pertemuan dengan PM Israel Benjemen Netenyahu dan Menhannya Moshe Ya’alon yang terlibat dalam kejahatan perang di Gaza.

Dalam keterangan persnya hari ini Ahad, (14/6/2015) Deliani menambahkan, tim 11 itu ditugasi membuat laporan yang bisa membantu ‘Israel’ dalam melegalkan kejahatannya yang dipimpin oleh Jenderal Close Noman, panglima angkatan perang Jerman tahun 1991 hingga 1996 dan kepala NATO tahun 1996 hingga 1999.

Kemudian tim 11 itu mengeluarkan sebuah laporan “sampah” pada Jumat lalu bekerjasama dengan militer ‘Israel’. Padahal tim ini tidak melakukan investigasi atau kunjungan lapangan ke wilayah selatan Palestina atau bertemu dengan warga Palestina manapun. Sehingga laporan itu kehilangan kredibitas dan orang-orang di belakangnya.

seperti dikutip KBK dari Info Palestina, Deilani meminta kepada pihak-pihak di Palestina secara resmi agar mengajukan tuntutan hukum terhadap ‘Israel’ ke Pengadilan Kriminal Internasional atas upaya  tim 11 dan organisasi underbow nya sebagai penyumbang legalitas kejahatan perang Israel.

Advertisement div class="td-visible-desktop">

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here