GAZA – Lebih dari 90 orang, termasuk 20 anak-anak, tewas dalam serangan udara Israel terhadap sebuah rumah susun berlantai lima di Gaza Selasa dini hari waktu setempat.
Serangan paling mematikan dalam beberapa bulan saat Israel melancarkan serangan baru di wilayah utara daerah kantong Palestina tersebut.
Serangan itu terjadi beberapa jam setelah parlemen Israel melarang sebuah badan bantuan utama Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam sebuah langkah yang dapat menghambat pasokan obat-obatan, makanan, dan pendidikan di wilayah yang hancur itu.
Serangan menghantam sebuah gedung berlantai lima di kota utara Beit Lahia yang menampung sekitar 200 orang, menurut kantor media pemerintah Gaza. Sekitar 93 orang tewas, 40 orang lainnya hilang, dan puluhan lainnya terluka, tambahnya.
Rumah Sakit Kamal Adwan di dekatnya, salah satu fasilitas medis terakhir yang masih berfungsi di Gaza, tidak memiliki dokter untuk merawat yang terluka setelah pengepungan selama berhari-hari oleh pasukan Israel, kata Kementerian Kesehatan Palestina.
“Kasus kritis tanpa intervensi akan menyerah pada takdirnya dan mati,” kata Kementerian Kesehatan dalam sebuah pernyataan.
Lebih dari 43.000 orang telah tewas dalam serangan militer Israel selama setahun di daerah kantong itu, menurut pejabat setempat, yang dilancarkan setelah serangan teror Hamas pada 7 Oktober di mana pejabat Israel mengatakan 1.200 orang tewas dan 250 lainnya diculik.





