Israel dan Hamas Capai Gencatan Senjata

Israel dan Hamas mencapai kesepakatan tahap pertama gencatan senjata yang diumumkan Presiden AS Donald Trump di akun X Truth Social, Rabu (8/10) (ilustrasi Inews)

RAKYAT Palestina terutama yang selama dua tahun di tengah bombardemen masif Israel di Gaza dan juga seluruh warga dunia menyambut baik gencatan senjata tahap pertama yang dicapai antara Israel dan Hamas, Rabu (8/10).

PRESIDEN Turki Recep Tayyip Erdogan menyambut gembira kesepakatan tahap pertama gencatan senjata antara Israel dan Hamas dan berterima kasih atas upaya Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang di Gaza.

“Saya sangat senang, perundingan Hamas-Israel telah menghasilkan gencatan senjata di Gaza, dan  khususnya berterima kasih kepada Presiden Trump, yang telah menunjukkan itikad politiknya untuk mendorong Israel menerima gencatan senjata,” tulis Erdogan di akun resmi X miliknya, dilansir AFP, Kamis (9/10).

Turki, yang telah terlibat erat dalam negosiasi dan mengirimkan tim ke perundingan di kota resor Sharm El-Sheikh, Mesir tersebut, akan memantau secara seksama implementasi perjanjian tersebut.

Isi perjanjian

Perjanjian tersebut melibatkan pembebasan para sandera yang tersisa dan merupakan langkah besar untuk mengakhiri perang dua tahun yang telah menewaskan puluhan ribu orang dan menimbulkan bencana kemanusiaan.

Selain tukar menukar tawanan dan sandera, isi perjanjian berupa penarikan mundur pasukan Israel dari Gaza, izin masuknya bantuan 400 truk ke Gaza tiap hari dan pengaturan pemulangan pengungsi.

Lebih dari 66.000 warga Palestina tewas dan 168.000 terluka da ratisan lagi kehilangan tempat tinggal akibat aksi bombardemen masif yang dilancarkan Israel ke Gaza sehari setelah Hamas melancarkan serangan mendadak ke Israel selatan pada 7 Oktober 2023, menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 250-an warga Israel .

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Israel dan Hamas telah menandatangani fase pertama perjanjian Gaza.

“Saya bangga mengumumkan bahwa Israel dan Hamas telah menandatangani tahap pertama rencana perdamaian kami,” kata Trump.

“Ini berarti semua tahanan akan segera dibebaskan, dan Israel akan menarik pasukannya ke garis yang disepakati, sebagai langkah pertama menuju perdamaian yang kuat, langgeng, dan berkelanjutan,” imbuh Trump.

Presiden AS tersebut menekankan dalam unggahannya di media sosial Truth Social miliknya bahwa “semua pihak akan diperlakukan secara adil.”

Trump menyebutkan, ini adalah hari luar biasa bagi dunia Arab dan Islam, bagi Israel, bagi semua negara tetangga, dan bagi AS.

Ia juga berterima kasih kepada para mediator dari Qatar, Mesir, dan Turki yang telah bekerja sama dengan kami untuk mencapai peristiwa bersejarah dan belum pernah terjadi sebelumnya

Itali siap kirim pasukan
Sementara itu Itali menyatakan siap mengirim pasukan perdamaian ke Jalur Gaza setelah tercapai gencatan senjata pada Rabu (8/10).

Israel sepakat melakukan gencatan senjata secara permanen dengan kelompok perlawanan Palestina, Hamas.

Kesepakatan tersebut pun disambut baik bukan hanya oleh negara-negara Arab dan mayoritas musli, tapi juga negara-negara barat sekutu Amerika Serikat.

Italia melalui pernyataan Menteri Luar Negeri Antonio Tajani menegaskan siap ikut mendukung pelaksanaan misi perdamaian di Gaza.

“Perdamaian semakin dekat. Italia yang selalu mendukung rencana AS, siap mengambil bagian untuk mengkonsolidasi gencatan senjata, mengirimkan bantuan kemanusiaan, dan berpartisipasi dalam rekonstruksi Gaza,” kata Tajani melalui akun media sosial X.

“Kami juga siap mengirim pasukan jika pasukan perdamaian internasional sudah terbentuk untuk menyatukan kembali Palestina,” ia menambahkan.

Diumumkan Trump

Sebelumnya, Presiden AS  Donald Trump mengumumkan Israel dan Hamas sepakat gencatan senjata di platform media sosial Truth Social, pada Rabu lalu (8/10).

“Saya sangat bangga mengumumkan bahwa Israel telah menandatangani Tahap Pertama Rencana Perdamaian (Peace Plan) kami,” tulis Trump.

Sementara pihak Hamas dalam pernyataannya yang dikutip Al Jazeera  menyebutkan, seluruh sandera akan dibebaskan, sebaliknya Israel akan menarik pasukannya ke garis yang disepakati.

Qatar sebagai mediator mengatakan bahwa rincian lebih lanjut mengenai kesepakatan tersebut akan diumumkan lebih lanjut.

“Para mediator mengumumkan bahwa malam ini telah dicapai kesepakatan mengenai semua ketentuan dan mekanisme implementasi fase pertama perjanjian gencatan senjata Gaza, yang berujung pada berakhirnya perang, pembebasan sandera Israel dan tahanan Palestina, serta masuknya bantuan.

Detailnya akan diumumkan kemudian,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari.

Dunia menyambut gencatan senjata yang disepakati oleh Israel dan Hamas kali ini akan mendorong solusi dua negara yakni Israel dan Palestina yang  hidup berdampingan. (AFP/Reuters, Truth Social/ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here