Israel sesumbar, bakal hancurkan Hezbollah

Lasykar Hezbollah dukungan Iran di Lebanon yang mengklaim memiliki 100.000 kombatan siap perang melawan Israel.

MANTAN anggota kabinet perang Israel, Jenderal Benny Gantz sesumbar, serangan udara terarah di tengah keterpurukan kondisi ekonomi Lebanon saat ini bakal melumpuhkan kekuatan lasykar Hezbollah dukungan Iran di negeri itu.

Militer Israel sendiri sebelumnya juga telah mengeluarkan maklumat  untuk menyerang posisi Hezbollah di Lebanon yang disebut “telah disetujui dan dinyatakan valid”, sekitar dua pekan lalu (18/6).

Sementara Panglima IDF Letjen Herzy Halevi juga dengan jumawa menyebutkan, pihaknya tak gentar dan sudah siap meladeni Hamas dan meyakini, pasukannya berkemampuan  lebih besar dari lawan.

Sebaliknya, Pemimpin Hezbollah Hassan Nasrallah menegaskan, tidak ada tempat aman bagi Israel dari serangan roket roket dan pesawat nirawak kelompok pimpinannya.

Israel, ujarnya, bakal menghadapi serangan Hezbollah dari darat, laut dan udara dan mengingatkan, pasukannya akan bertempur tanpa aturan dan batasan jika perang terbuka dalam skala yang lebih luas tak terhindarkan.

Hezbollah yang berpihak pada kelompok Hamas tak luput baku serang dengan Israel di tengah perang antara Israel dan Hamas di Gaza, yang sampai hari ini telah menewaskan 37.000 orang, 80.000 luka-luka dan menciptakan lebih sejuta pengungsi.

Saat ini Hezbollah yang didukung dan dipersenjatai terutama dari Iran diklim memiliki lebih 100 ribu personil yang juga ditempatkan di Suriah untuk melancarkan serangan roket dan dron dari wilayah itu ke pos pos pasukan Israel di perbatasan.

Kelompok Hezbollah mengakui, pihaknya telah merencanakan perang ulang melawan Israel pada 2006 dan  telah lama mempersiapkan diri untuk berperang kembali.

Memiliki 150.000 rket dan rudal

Israel memperkirakan, Hezbollah saat ini memiliki sedikitnya 150.000 rudal dan roket yang 5.000 buah di antaranya menyasar wilayahnya  sejak Oktober tahun lalu, berarti kini, sebagian besar alat pembunuh itu masih utuh.

CNN melaporkan, para pejabat Israel sangat kaget atas  kecanggihan serangan Hezbollah yang tepat sasaran dan sistematis terhadap berbagai pos pengintaiannya di sepanjang perbatasan, penembakan jatuh drone dan sistem pertahanan anti drone serta Iron Dome negara Yahudi itu.

Namun, kejutan terbesar bagi Israel adalah rekaman berdurasi sembilan menit drone Hezbollah menampilkan infrastruktur sipil dan militer yang sangat sensitif di dan sekitar kota Haifa di Israel utara.

Hezbollah diperkirakan mampu mengerahkan sekitar 40.000 hingga 50.000 petempur, bahkan, pemimpin Hezbollah, Hassan Nasrallah menyatakan, pihaknya bisa  mengirim sampai 100.000 petempur.

Tak hanya itu, banyak dari mereka juga telah memperoleh pengalaman tempur saat mereka berperang bersama pasukan pemerintah Suriah dalam perang saudara di negara itu.

Menurut kesaksian koresponden CNN Wedeman yang pernah berinteraksi dengan anggota Hezbollah alam perang Israel vs Hezbllah pada 2006, secara keseluruhan milisi tersbut sangat terlatih dan disiplin, tak seperti banyak kelompok gerilya lainnya.

Wedeman mencatat bagaimana para gerilyawan Hezbolah tersebut bersikap sangat sopan tetapi tegas, jauh dari sikap arogan, bahkan meminta ia pergi demi keselamatan dirinya.

Pada perang 2006 selama 34 hari, Hezbollah telah menembakkan sekitar 4.000 roket atau rata-rata 117 roket per hari dan jika perang  pecah lagi, Hezbollah mungkin akan menyerang Bandara Int’l Ben Gurion di Tel Aviv untuk membalas pengeboman Israel terhadap  Bandara Int’l Rafic Hariri di Beirut, 13 Juli 2006.

Balas membalas tidak ada habis-habisnya, yang jelas perekonomian Israel dan Lebanon bakal terkuras lagi, begitu pula korban termasuk warga sipil yang bakal berjatuhan (CNN/ns)

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here