Jadikah Israel serang Iran?

Serangan rudal dan drone Iran ke wilayah Israel April dan Oktobr lalu dicemaskan akan dibalas Israel lebih brutal dan mematikan.

JADI  tidaknya Israel menyerang Iran sebagai balasan atas serangan rudal dan drone Iran April dan awal Oktober lalu memicu kecemasan global karena berpotensi menciptakan perang terbuka di kawasan, bahkan Perang Dunia III.

Iran sebelumnya untuk kedua kalinya mengguyur wilayah Israel dengan 200-an rudal balistik, (3/10) setelah sebelumnya juga melancarkan serangan 100-an rudal dan drone, April lalu.

Serangan pertama dilakukan untuk membalasa dua jenderal unit  khusus satuan Quds Garda Revolusi Iran (IRGC) bersama sejumlah stafnya di Damaskus, Suriak akibat seranga udara Israel.

Serangan kedua yang dilancarkan 3 Oktober lalu dilakukan  sesuai ancaman Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei untuk membalas kematian pemimpin politik Hamas, Ismail Haniyeh saat menghadiri pelantikan Presiden baru Iran Massoud Pezeskian 31 Juli lalu.

Haniyeh tewas akibat ledakan bom yang ditanam beberapa bulan sebelumnya di apartemen bagi tamu-tamu negara, berpengamanan ekstra ketat di ibu kota, Teheran, tempat ia menginap.

BBC mengutip pejabat militer Israel (IDF) menyebutkan, Iran kali ini meluncurkan sekitar 180 rudal, lebih banyak dibanding serangan April lalu dengan 110 rudal balistik dan 30 rudal jelajah.

Pihak Israel sendiri mengklaim kedua serangan rudal Iran itu hanya menimbulkan kerusakan ringan karena 90 persen berhasil ditangkal oleh sistem perahanan udara Iron Dome sehingga negara mitra terutama AS agar negara Yahudi itu menahan diri.

Namun dengan kalimat bersayap, PM Israel Benyamin Nettanyahu mengingatkan, tidak ada lawan yang tidak bisa dijangkau pasukan Isael dan mengingatkan, Israel akan balas menyerang.

Serangan Iran ke Israel menuai pro-kontra. AS dan negara Barat seperti  Inggeris, Jerman, Perancis dan Kanada menyebutkan pemimpin Iran tidak perduli atas perdamaian, tidak bertanggung jawab, sembrono sampai mengutuknya.

Kalangan negara Arab sendiri terpecah, sebagian seperti Arab Saudi, Bahrain dan UEA akhir-akhir ini cenderung berpihak pada Israel, kecuali Yaman.

Perdana Menteri (PM) baru Jepang Shigeru Ishiba mengatakan serangan rudal oleh Iran terhadap Israel “tidak dapat diterima”. Menurutnya pihaknya mengutuk keras hal itu.

“Kami akan mengutuk keras hal ini. Namun pada saat yang sama, kami ingin bekerja sama (dengan AS) untuk meredakan situasi dan mencegahnya meningkat menjadi perang besar,” katanya.

Sekjen PBB Antonio Guterres mengutuk “konflik yang meluas di Timur Tengah” setelah serangan rudal Iran dan mengecam eskalasi demi eskalasi konflik di wilayah itu mulai dari Perang Gaza antara Hamas dan Israel dan di Lebanon antara Hizbullah dan Israel.

“Ini harus dihentikan. Kita benar-benar membutuhkan gencatan senjata,” katanya, sementara sampai tulisan ini diturunkan belum ada reaksi dari dua pendukungutama Iran yani China dan Rusia.

Sedangkan PM baru Jepang Shigeru Ishiba mengatakan serangan rudal oleh Iran terhadap Israel “tidak dapat diterima” dan pihaknya mengutuk keras hal itu.

AS yakin, Israel akan serang Iran

Sementara itu, para pejabat AS meyakini, Israel telah mempersempit target-target infrastruktur militer dan energi Iran sebagai respons atas serangan Iran.

Reuters, mengutip laporan NBC, Sabtu (13/10), menyebut Timur Tengah tetap dalam keadaan siaga tinggi untuk eskalasi lebih lanjut dalam satu tahun perang.

Alasannya, Israel memerangi kelompok-kelompok yang didukung Iran, Hizbullah di Lebanon dan Hamas di Gaza, sementara Iran yang merupakan produsen minyak utama dunia, telah mengancam Israel dengan konsekuensi yang berat jika diserang balik.

Israel sendiri telah berulang kali mengatakan akan membalas serangan rudal Iran pada 1 Oktober lalu  yang diluncurkan sebagai pembalasan atas operasi militer Israel di Gaza dan Lebanon serta pembunuhan sejumlah pemimpin Hamas dan Hizbullah.

Namun sejauh ini tidak ada indikasi, Israel akan menargetkan fasilitas nuklir atau melakukan pembunuhan, kata laporan NBC, mengutip pejabat AS yang tidak disebutkan namanya.

Sejauh ini Israel belum membuat keputusan akhir tentang bagaimana dan kapan harus bertindak, sementara  pejabat AS dan Israel mengatakan, kemungkinan saat liburan hari raya  Yahudi Yom Kippur  pada 10 Tishri dalam kalender Yahudi atau 11-12 Okt. pada tahun ini.

Perimbangan Kekuatan

Menurut catatan Global Firepower 2024, anggaran militer Israel bertengger pada posisi ke-19 sebesar 24,4 miliar dollar AS (setara Rp385 triliun), sedangkan Iran pada urutan ke- 33  sebesar 9,9 miliar dollar AS (sekitar Rp156,7 triliun).

Dikepung dan berseteru dengan negara-negara Arab sejak merdeka 1948, pasukan Israel (IDF) terus diperkuat dan didukung teknologi dari negara-negara Barat terutama AS.  Israel bahkan masuk dalam deretan kekuatan nuklir dunia.

Sebaliknya, Iran adalah negara dengan militer terkuat di kawasan Teluk, walau diembargo oleh AS sejak Revolusi Iran pada 1979,  terus berupaya dan didukung Rusia, China atau Korea Utara, mengembangkan rudal-rudal balistik yang diklaimnya bisa menjangkau Tel Aviv.

IDF berkekuatan 170.000 personil tetap dan 465.000 cadangan. AD-nya didukung 1.370 tank termasuk 500-an unit buatan lokal Merkava dan 6.135 kendaraan lapis baja, sekitar 1.000 pucuk artileri medan dan 650 meriam swagerak serta 48 satuan roket atau rudal.

AU Israel mengoperasikan 612 aneka pesawat, a.l 246 pesawat tempur buatan AS termasuk 75 unit F-35 Super Lightning, 52 unit     F-15 Eagle dan 23 unit F-15 Strike Eagle, 141 unit F-16 Fighting Falcon dan 146 helikopter serang termasuk 50 unit UH-60 Black Hawk dan AH-64 Apache (semua buatan AS).

Sedangkan matra laut Israel didukung 67 unit kapal perang termasuk tujuh jenis korvet, dua kapal cepat rudal dan masing-masing lima kapal patroli dan kapal selam.

Untuk menghadapi kemungkinan serangan rudal taktis dari musuh-musuhnya, Israel menyiapkan sistem pertahanan terintegrasi Iron Dome (Kubah Besi), David Slings, sistem rudal Arrow dan rudal anti rudal Patriot buatan AS.

Sedangkan AB Iran didukung 610.000 personil tetap dan 350.000 personil cadangan tremasuk satuan Garda Revolusi (IRGC).

AD Iran mengoperasikan 2.000-an tank, sebagian besar peninggalan Uni Soviet seperti T-62 dan T-72 serta 800-an unit  Karrar buatan lokal, 4.873 pucuk artileri medan dan 1.030 artileri swagerak dan   1.775 satuan rudal atau roket.

Kekuatan matra laut Iran didukung 101 kapal perang termasuk tujuh fregat, tiga korvet dan 19 kapal selam kelas kilo warisan Uni Soviet.

AU-Iran yang mengoperasikan 575 aneka pesawat termasuk 215 pesawat tempur lawas buatan AS seperti 63 unit F-4 Phantom, 41 unit F14 Tomcat 19 unit serta MiG-29 dan  23 unit Sukhoi SU-24 (eks- Soviet), 17 unit Chengdu J-7 (China) dan Mirage F-1 (Perancis).

Selama diembargo oleh Barat sejak awal 1980-an, Iran terus mengembangkan rudal-rudal taktis seperti Shahab-1, Shahab-2 dan Shahab-3, Feteh, Fajr, Ghadir dan Samid yang sebagian diklaim mampu menjangkau seluruh wilayah Israel.

Eskalasi konflik yang menyeret kekuatan lainnnya dikhawatirkan tidak dapat dhindarkan jika Iran melancarka serangan balasan terhadap Israel.

Pemimpin-pemimpin dunia yang cinta damai hendaknya cawe-cawe menghentikan perang agar tidak menyeret negara-negara lainnya, bahkan berpotensi menjurus ke Perang Dunia III . (Reuters/ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here