JAKARTA – Idul Fitri merupakan momen yang sangat dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Oleh karena itu, menjaga kesehatan selama perayaan Lebaran menjadi hal yang penting agar momen kebersamaan tetap berjalan lancar tanpa gangguan kesehatan.
Jika kondisi tubuh tidak prima, tentu akan mengurangi kenyamanan dalam merayakan Hari Kemenangan ini.
Agar tetap sehat saat Lebaran, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Menurut Prof. Dr. dr. Em Yunir, SpPD-KEMD, seorang dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK-UI), kesehatan tubuh dapat dijaga asalkan dilakukan dengan cara yang tepat dan tidak berlebihan.
“Selain menjaga pola makan, kita juga perlu melakukan aktivitas fisik secara teratur. Tidak perlu membeli peralatan mahal, cukup manfaatkan fasilitas yang ada di sekitar rumah,” ujar Em dilansir dari Antara.
Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah mengatur pola makan. Dianjurkan untuk menjaga asupan kalori dengan makan tiga kali sehari, disertai konsumsi buah dan sayuran yang kaya vitamin serta mineral.
Jika ingin menikmati hidangan khas Lebaran seperti opor, rendang, atau ketupat, tetap disarankan untuk membatasi konsumsi makanan berlemak dan tinggi kolesterol serta mengontrol porsi makan.
Hal ini bertujuan untuk mencegah penumpukan lemak yang dapat berdampak buruk pada organ vital dan menghindari kenaikan berat badan yang berlebihan.
“Mengetahui komposisi makanan yang dikonsumsi sangatlah penting,” katanya.
Selain menjaga pola makan, olahraga secara rutin juga diperlukan. Disarankan untuk melakukan aktivitas fisik dengan durasi 30-45 menit per sesi dan mencapai total minimal 150 menit per minggu. Jeda antara sesi latihan sebaiknya tidak lebih dari dua hari berturut-turut.
Bagi yang ingin berolahraga di rumah, beberapa pilihan latihan yang bisa dilakukan adalah berjalan cepat di sekitar rumah atau di dalam rumah selama 30-45 menit per hari.
Selain itu, naik turun tangga selama 10-15 menit, dilakukan dua hingga tiga kali sehari, juga bisa menjadi alternatif latihan yang efektif. Gerakan sederhana lainnya seperti jumping jacks, squat, sit-to-stand, wall push-up, atau olahraga menggunakan hula hoop juga bisa dicoba.
“Latihan fisik harus disesuaikan dengan usia dan kondisi kesehatan masing-masing, terutama bagi lansia atau mereka yang memiliki penyakit penyerta,” jelasnya.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat juga dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan gula darah guna memastikan kadar gula tetap dalam batas aman serta mendeteksi kemungkinan adanya penyakit seperti diabetes.
“Sebenarnya, puasa selama satu bulan dapat membantu memperbaiki metabolisme tubuh. Namun, setelah Ramadhan berakhir, saat Lebaran sering terjadi peningkatan gangguan metabolisme seperti lonjakan gula darah, kolesterol tinggi, kenaikan berat badan, serta tekanan darah meningkat. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk tetap menjaga kesehatan dengan baik,” tutupnya.





