JAKARTA, KBKNEWS.id – Akses menuju Jorong Pinang Balirik, Nagari Pagadih, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, hingga kini masih terputus akibat jalan tertimbun tanah longsor dampak bencana hidrometeorologi.
Akibatnya, satu dusun dengan 10 kepala keluarga atau 26 jiwa masih terisolasi.
Kepala Pelaksana BPBD Agam Rahmat Lasmono mengatakan material longsor menutup badan jalan di sejumlah titik, sehingga kendaraan belum bisa melintas. Upaya pembukaan akses terus dilakukan dengan mengerahkan alat berat, meski medan yang berat dan banyaknya titik longsor memperlambat proses pembersihan.
“Jalan menuju lokasi masih tertimbun tanah longsor. Kami terus berupaya membuka akses agar warga tidak terisolasi lebih lama,” kata Rahmat di Lubuk Basung.
Selain Pinang Balirik, bencana banjir bandang dan longsor juga mengakibatkan sejumlah jorong lain di Kabupaten Agam mengalami keterbatasan akses. Beberapa wilayah hanya bisa dilalui kendaraan roda dua, bahkan ada yang hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki atau melalui jalur sungai.
BPBD mencatat, sebagian akses jalan yang sebelumnya terban kini mulai bisa dilalui setelah dibangun jembatan darurat. Kampung Harapan di Nagari Nan Tujuh, misalnya, sudah dapat diakses dengan berjalan kaki. Sementara itu, empat jorong di Kecamatan Tanjung Raya kembali tersambung setelah jembatan darurat difungsikan.
Pemerintah Kabupaten Agam menargetkan pembukaan akses dilakukan secepat mungkin agar distribusi bantuan dan aktivitas warga dapat kembali berjalan normal. “Kami berusaha agar akses lalu lintas di seluruh wilayah terdampak segera pulih,” kata Rahmat, dilansir Antara.





