JAKARTA, KBKNews.id – Siapa yang tak pernah muncul niat untuk melakukan hal buruk? Bila seseorang tak pernah mengalaminya, bisa jadi ia belum pernah merasakan kesempatan untuk bersedekah dengan cara menahan diri dari niat buruk yang sudah sempat terlintas.
Kenyataannya, hampir semua orang pasti pernah berniat melakukan hal yang tidak baik, dari yang ringan seperti, “Hari ini saya malas masuk kerja,” hingga keinginan yang lebih besar, seperti, “Saya ingin berpisah dengan pasangan saya,” bahkan sampai ke niat yang sangat berbahaya, “Andai saja dia mati!”
Dalam ajaran Islam, menahan diri dari melakukan kejahatan atau perbuatan dosa sudah dihitung sebagai bentuk sedekah. Rasulullah SAW bersabda:
“Mencegah diri dari berbuat kejahatan adalah sedekah.” (HR Bukhari dan Muslim)
Berikut beberapa cara untuk mempraktikkan sedekah jenis ini:
1. Pikirkan Dampak Jangka Panjang dari Niat Buruk
Ketika keinginan untuk melakukan maksiat muncul, misalnya ingin mencoba masuk dunia malam atau diskotik, cobalah renungkan akibatnya: bisa jadi kecanduan, membuat keluarga kecewa, boros uang, hingga terjerumus dalam dosa.
Jika kita berhasil mengendalikan diri dari niat tersebut, maka kita telah bersedekah pada diri sendiri.
2. Sadar bahwa Setan dan Hawa Nafsu adalah Musuh Utama
Sulit untuk menahan diri jika kita tak menyadari bahwa setan dan hawa nafsu adalah musuh sejati manusia. Allah berfirman:
“Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan; karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS Al Baqarah: 168)
Setan tak pernah kehabisan akal untuk menjerat manusia dalam perangkapnya, maka kita pun perlu menambah imunitas diri agar bisa tahan dalam menghadapi segala macam godaan untuk melakukan perbuatan buruk.
3. Ingat Selalu tentang Kematian
Kematian adalah hal paling pasti dan paling dekat dalam hidup ini. Dengan sering mengingat kematian, kita akan lebih mudah menahan diri dari perbuatan maksiat. Allah berfirman:
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS Ali ‘Imran: 185)
4. Yakini bahwa Ada Hari Pengadilan di Akhirat
Orang yang tidak meyakini adanya hari kiamat dan pengadilan Ilahi cenderung lebih bebas melakukan keburukan. Padahal, kelak kita akan dimintai pertanggungjawaban atas semua perbuatan.
“Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah.” (QS Luqman: 33)
Menahan diri dari perbuatan dosa adalah bentuk sedekah yang memiliki dampak besar bagi hidup di dunia dan akhirat. Sebab, ketika seseorang mulai berani berbuat buruk, akan semakin mudah baginya untuk mengulanginya.





