KANADA – Menteri Luar Negeri Chrystia Freeland mengeluarkan sebuah pernyataan menyambut baik resolusi Komite Ketiga Majelis Umum PBB tentang pelanggaran hak asasi manusia di Myanmar.
Freeland mengatakan, “Hari ini, Kanada dan masyarakat internasional mencela pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan terhadap orang-orang Rohingya dan minoritas agama dan agama yang dianiaya lainnya di Myanmar,” ungkapnya.
“Negara-negara bertanggung jawab melindungi rakyatnya dari pembersihan etnis dan pelanggaran hak asasi manusia. Kami mendesak pihak berwenang militer dan sipil di Myanmar untuk melakukan segalanya dengan kekuatan mereka untuk mengakhiri kekerasan, untuk memungkinkan penyerahan bantuan kemanusiaan dan untuk sepenuhnya melaksanakan rekomendasi Komisi Penasihat Kofi Annan di Negara Rakhine.”
“Kanada meminta semua pihak untuk menegakkan kewajiban hak asasi manusia mereka dan untuk memungkinkan pulangnya pengungsi yang aman dan sukarela oleh Rohingya,” tambahnya, dilansir Anadolu, Jumat (17/11/2017).
Rohingya, digambarkan oleh PBB sebagai orang-orang yang paling teraniaya di dunia, telah menghadapi ketakutan yang meningkat atas serangan tersebut sejak puluhan orang terbunuh dalam kekerasan komunal pada tahun 2012.




