Kapal Spanyol 300 Tahun di Dasar Laut Diangkat

Kapal Spanyol San Jose dan harta karun bernilai sekitar Rp284 triliun yang diangkutnya (foto: dok ist)

PEMERINTAH Kolombia berhasil mengangkat artefak pertama dari bangkai kapal perang Spanyol San Jose yang   diyakini menyimpan harta bernilai miliaran dollar AS sehingga dijuluki “Holy Grail of Shipwreck”.

Artefak yang berhasil diambil antara lain koin emas dan perunggu, satu cangkir porselen, dan sebuah meriam dari 64 pucuk yang dimiliki kapal nahas itu.

Seperti dilaporkan CNN, Kamis (20/11), seluruh temuan diangkat dari dasar laut Karibia di kedalaman 600 meter menggunakan robot bawah air.

San Jose adalah kapal kelas galleon milik Kerajaan Spanyol yang karam lebih dari 300 tahun lalu setelah diserang Angkatan Laut Kerajaan Inggris pada masa Perang Suksesi Spanyol.

Kapal diluncurkan dari galangan Spanyol pada 1698, lalu tenggelam dalam pertempuran laut dengan kapal-kapal Inggeris di sekitar Pulau Baru, Kolombia,  pada 8 Juni 1708.

Saat tenggelam, kapal berbobot lebih 1.000 ton tersebut membawa muatan besar berupa emas, perak, dan zamrud dari koloni Spanyol di Amerika Latin yang akan dikirimkan sebagai upeti kepada Raja Spanyol.

Nilai keseluruhan muatan itu diperkirakan mencapai 17 dollar AS atau setara sekitar Rp284 triliun jika dihitung dengan nilai kurs saat ini.

Harta karun tersebut hingga kini berada di tengah sengketa hukum antara pemerintah Kolombia dan perusahaan penyelamatan laut berbasis AS, Sea Search-Armada (SSA).

Pemerintah Kolombia menyebut, penemuan bangkai kapal pada 2015 merupakan hasil kerja sama dengan ilmuwan internasional.

Namun SSA, yang sebelumnya bernama Glocca Morra, mengeklaim telah menemukan lokasi kapal pada awal 1980-an.

Perusahaan bahkan menggugat ke Permanent Court of Arbitration dengan tuntutan sekitar 10 miliar dollar AS (Rp 167 triliun), atau setara setengah nilai harta karun kapal.

Pemerintah Kolombia menegaskan bahwa pengangkatan artefak ini dilakukan dalam rangka penelitian arkeologi untuk memahami kondisi ekonomi, sosial, dan politik Eropa pada awal abad ke-18.

Bernilai Budaya 

Selain itu, galleon San Jose dinilai memiliki nilai budaya penting bagi identitas Kolombia. Menteri Kebudayaan Kolombia Yannai Kadamani Fonrodona menyebut, pengangkatan artefak itu merupakan peristiwa bersejarah yang menunjukkan kemampuan negaranya melindungi warisan budaya bawah laut.

Sementara Direktur Institut Antropologi dan Sejarah Kolombia, Alhena Caicedo Fernandez, mengatakan bahwa temuan ini membuka kemungkinan bagi warga untuk memahami, melalui bukti material, sejarah galleon San Jose.

Seluruh artefak akan menjalani proses konservasi panjang di laboratorium sebelum digunakan untuk riset arkeologi lebih lanjut.

Catatan sejarah menyebut, San Jose merupakan bagian dari armada dagang Flota de Tierra Firme.

Kapal itu berangkat dari Peru pada 1707 dengan membawa kargo kerajaan dalam jumlah besar, namun tidak pernah mencapai Spanyol.

San Jose tenggelam di lepas pantai Kolombia pada 1708 setelah pertempuran laut dengan armada Inggris. (CNN/ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here