JAKARTA, KBKNews.id – Polda Metro Jaya telah mengamankan sebanyak 15 orang terkait kasus dugaan penculikan dan pembunuhan terhadap kepala cabang (kacab) bank di Jakarta.
“Ada 15 orang yang sudah ditangkap. Sebanyak enam orang oleh Sub Direktorat Reserse Mobile (Subdit Resmob). Sisanya oleh Subdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras),” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary di Jakarta, Selasa (26/8/2025).
Jumlah tersangka ini bertambah dibandingkan Kamis (21/8/2025) lalu, ketika polisi baru berhasil membekuk delapan orang, terdiri dari empat pelaku penculikan dan empat otak intelektual.
Namun, Ade Ary menuturkan, peran tujuh orang lain yang baru ditangkap masih dalam proses penyelidikan.
“Pemeriksaan itu dilakukan secara hati-hati, mendalam, menunjukkan barang bukti, mencocokkan setelah orang yang ditangkap. Si A misalkan dicocokkan dengan keterangannya B, dicocokkan dengan keterangan C dan lain sebagainya,” jelasnya.
Keterlibatan Motivator Dwi Hartono
Salah satu otak di balik kasus ini diketahui bernama Dwi Hartono, seorang motivator sekaligus pengusaha bimbingan belajar (bimbel) daring. Identitas Dwi Hartono dipastikan lewat akun Instagram pribadinya @klanhartono.
“Benar (@klanhartono) Instagram-nya DH,” kata Ade Ary.
Dwi Hartono ditangkap bersama dua tersangka lainnya, berinisial YJ dan AA, di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (23/8/2025) malam, sekitar pukul 20.15 WIB tanpa perlawanan.
Keesokan harinya, Minggu (24/8/2025), polisi juga membekuk tersangka lain berinisial C di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.
Dengan penangkapan terbaru ini, total sudah 15 orang diamankan dalam kasus tersebut. Dari jumlah itu, enam ditangkap oleh tim Resmob, sementara sisanya oleh Jatanras. Kendati demikian, peran sebagian tersangka masih didalami lebih lanjut.




