Kayu Gelondongan Penuhi Danau Singkarak Setelah Diterjang Galodo

JAKARTA, KBKNEWS.id – Galodo besar yang melanda Kabupaten Solok, Sumatera Barat, meninggalkan jejak panjang pada salah satu ikon wisata daerah tersebut yakni Danau Singkarak.

Air danau yang biasanya berwarna biru tenang kini berubah drastis, tertutup hamparan kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang.

Material kayu itu terseret dari titik-titik galodo di Solok dan akhirnya bermuara di kawasan Nagari Muaro Pingai. Dilansir kompas.com, foto udara yang diambil pada Minggu (30/11/2025) memperlihatkan permukaan danau dipenuhi kayu hingga membentuk bentangan luas yang menutupi sebagian besar air.

Tumpukan kayu tersebut merupakan material yang ikut tersapu banjir bandang dalam beberapa hari terakhir, mengikuti aliran sungai sebelum berhenti di Danau Singkarak.

Danau Singkarak selama ini dikenal sebagai destinasi favorit berkat pemandangannya yang indah, udara segar, dan suasana yang menenangkan. Danau terbesar di Sumatera Barat ini juga populer dengan keberadaan ikan bilih, ikan kecil yang hanya hidup di Singkarak dan jadi salah satu kuliner khas daerah.

Biasanya wisatawan dapat menikmati perjalanan naik perahu ke tengah danau atau memancing bersama warga. Dari Bandara Internasional Minangkabau, perjalanan ke Singkarak memakan waktu sekitar empat jam melalui jalur darat.

Namun kini, keindahan danau tersebut tertutup oleh material kayu gelondongan yang mengambang setelah bencana galodo, mengubah wajahnya secara drastis.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here