JAKARTA, KBKNEWS.id – Setelah belasan jam melewati perjalanan akhirnya Tim Respon Kemanusiaan Dompet Dhuafa dari Disaster Management Center (DMC) dan Cabang Waspada tiba di wilayah terdampak banjir bandang dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Kota Sibolga pada Senin, 1 Desember 2025 siang.
Perjalanan ditempuh selama 16 jam melalui jalur alternatif Sidikalang–Subulussalam–Barus karena akses utama Jalan Tarutung–Sibolga terputus total akibat lebih dari 50 titik longsor sejak hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
Sejak Selasa, 25 November 2025 malam, upaya tim mencapai lokasi berkali-kali terhambat dan harus berbalik arah akibat kondisi jalan yang tidak memungkinkan dilalui. Jalur alternatif akhirnya menjadi satu-satunya pilihan untuk mencapai lokasi bencana.
Sesampainya di Tapteng dan Sibolga, Tim DMC Dompet Dhuafa langsung berkoordinasi dengan otoritas setempat dan bergabung bersama Tim SAR gabungan untuk mempercepat proses pencarian dan penyelamatan korban serta penyaluran bantuan.
Menurut keterangan Aryo Prasojo, tantangan di lapangan semakin berat karena kelangkaan BBM, pembatasan solar, listrik padam, jaringan internet belum pulih, dan air bersih yang sulit didapat.
Fokus tim selanjutnya adalah melakukan asesmen cepat kebutuhan warga, membantu evakuasi, dan mendistribusikan bantuan darurat kepada ribuan warga terdampak.
Dompet Dhuafa juga mengajak masyarakat memperkuat solidaritas dan mendukung aksi kemanusiaan melalui donasi di digital.dompetdhuafa.org/donasi/prayforsumatera.



