
Jakarta, KBKNews.id – Perjalanan Orla Wates menyusuri keindahan alam Vietnam utara seharusnya menjadi babak penuh tawa sebelum ia memulai studi di Durham University. Namun, takdir berkata lain. Remaja berusia 19 tahun asal London tersebut harus mengembuskan napas terakhirnya di sebuah negeri yang sangat ia cintai, meninggalkan warisan kemanusiaan yang akan dikenang selamanya oleh rakyat Vietnam.
Di tengah duka yang menghancurkan hati, kedua orang tuanya, Andy dan Mic Mac Wates, mengambil keputusan luar biasa. Mereka mendonorkan organ putri tercintanya untuk menyelamatkan nyawa tiga pasien Vietnam yang berada dalam kondisi kritis. Sebuah tindakan yang melampaui batas kewarganegaraan, ras, dan perbedaan budaya.
Tragedi di “Ha Giang Loop”
Orla sedang menikmati petualangan di Ha Giang Loop, rute motor sepanjang 350-400 km yang sangat populer di kalangan pelancong muda. Jalur ini dikenal karena pemandangan spektakuler Dataran Tinggi Karst Dong Van yang diakui UNESCO. Namun, keindahan tersebut berubah menjadi tragedi ketika sepeda motor yang ditumpangi Orla kehilangan kendali.
Orla terlempar ke jalanan dan mengalami luka parah akibat kecelakaan beruntun yang melibatkan sebuah truk dari arah berlawanan. Meski tim medis di unit perawatan intensif Rumah Sakit Universitas Viet Duc telah berjuang sekuat tenaga, Orla dinyatakan meninggal dunia pada 2 April 2026.
Memberi Kesempatan Hidup Kedua
Bagi sang ibu, Orla adalah sosok yang merdeka, jenaka, dan selalu menikmati setiap detik kehidupannya. Itulah sebabnya, mendonorkan organ Orla dirasa sebagai keputusan yang paling tepat untuk menghormati semangat hidup putrinya.
“Kami memilih untuk mendonorkan organ Orla karena kami percaya, jika ada cara untuk memberikan kesempatan bagi orang lain, inilah yang diinginkan oleh Orla. Mengetahui bahwa ia terus ‘hidup’ melalui mereka memberikan kenyamanan besar bagi kami,” ungkap Mic Mac Wates dengan haru.
Dua ginjal dan satu hati milik Orla kini telah sukses ditransplantasikan kepada tiga pasien yang menderita gagal organ di Hanoi. Pihak rumah sakit menggambarkan tindakan ini sebagai sebuah simfoni kemanusiaan yang sunyi namun tangguh.
“Satu perjalanan telah berakhir, namun hidupnya terus berlanjut secara diam-diam melalui orang-orang yang telah diberikan kesempatan hidup kedua,” ujar perwakilan dari Rumah Sakit Universitas Viet Duc.
Terima Kasih untuk Negeri yang Dicintai
Keputusan untuk mendonorkan organ di Vietnam memiliki makna mendalam bagi keluarga Wates. Bagi mereka, ini adalah cara untuk mengucapkan terima kasih kepada negara yang telah memberikan kebahagiaan bagi Orla di hari-hari terakhirnya.
“Vietnam adalah negara yang sangat dia cintai, jadi memberikan sesuatu kembali untuk Vietnam sangatlah penting bagi kami,” kata Andy, sang ayah. Sang ibu menambahkan bahwa Orla benar-benar menikmati setiap menit waktunya selama berada di sana.
Aksi heroik ini juga mendapat perhatian dari tingkat tertinggi pemerintahan. Menteri Kesehatan Vietnam secara khusus mengirimkan surat belasungkawa dan ucapan terima kasih atas tindakan kemanusiaan yang dinilai sangat langka dan luar biasa tersebut.
Langkah Besar Dunia Medis Vietnam
Meski praktik donor organ di Vietnam belum sepopuler di negara-negara Barat, kemajuan besar terus terjadi. Hingga saat ini, tercatat ribuan pasien pengidap penyakit jantung, paru-paru, hati, hingga ginjal di Vietnam telah berhasil pulih berkat prosedur transplantasi.
Kisah Orla Wates kini menjadi bagian dari sejarah medis tersebut. Ia datang sebagai turis, namun ia “tinggal” sebagai pahlawan bagi tiga keluarga yang kini memiliki harapan baru. Di antara pegunungan terjal dan terasering sawah Ha Giang yang indah, semangat Orla akan terus mengalir, seiring dengan detak jantung dan napas mereka yang ia selamatkan.


