JAKARTA, KBKNEWS.id – Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat jumlah warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi mencapai 1.140 kepala keluarga atau 4.954 jiwa dan tidak ada laporan korban jiwa maupun luka.
“Jumlah pengungsi yang berada di Pos Lapangan Kecamatan Titehena sebanyak 713 KK atau 2.359 jiwa,” imbuhnya.
Ribuan pengungsi lainnya, kata Mensos, tersebar di pos-pos mandiri di berbagai wilayah, termasuk Kecamatan Wulanggitang, Ilebura, Demon Pagong, Larantuka, Ile Mandiri, Lelewoma, Tanjung Bunga, serta Pulau Adonara dan Pulau Solor.
Dia mengatakan Kemensos sudah membangun dapur umum di delapan titik untuk memenuhi kebutuhan dasar 4.954 korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Kami juga telah mendirikan dapur umum. Beberapa di antaranya di Desa Konga, Desa Bokang, Desa Lowolaga, Desa Ilegerong, Desa Kanada, Desa Kabusama, Desa Eputobi, dan juga di Kabupaten Sikka,” ujar Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf di Jakarta pada Kamis.
Selain dapur umum, pihaknya juga telah menyalurkan berbagai bantuan logistik dari gudang-gudang yang dimilikinya, dengan total nilai mencapai Rp5,3 miliar.
Bantuan tersebut antara lain, sebanyak 8.980 paket makanan siap saji, 4.100 paket makanan anak, 1.000 paket family kit, kasur, selimut, sandang anak dan dewasa, serta ratusan tenda keluarga dan tenda gulung.
Ia menyebut bantuan logistik yang disiapkan diperkirakan cukup untuk kebutuhan pengungsi selama satu minggu.
Sebelumnya, Gunung Lewotobi Laki-laki mengalami erupsi pada Selasa (17/6) pukul 17.35 WITA. Erupsi itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47,3 mm dan durasi sekitar 6 menit 53 detik.
Kolom abu vulkanik membumbung hingga 10.000 meter dari puncak kawah. Material seperti abu, pasir, dan batuan kerikil dilaporkan jatuh hingga ke pemukiman yang berada di luar radius Kawasan Rawan Bencana (KRB), termasuk Desa Boru, Desa Hewa, dan Desa Watobuku.





