BANYUWANGI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi mencatat ada 15 kecamatan di Kabupaten Banyuwangi yang diprediksi rawan terjadi longsor karena posisi kemiringan tanah yang mencapai 45 persen.
“Memang hampir sebagian wilayah di Kabupaten Banyuwangi ini rawan terjadi longsor saat musim hujan,” jelas Juru Bicara BPBD Banyuwangi, Eka Muharam, Rabu (28/9/2016).
Adapun 15 daerah tersebut meliputi Kecamatan Wongsorejo, Kalipuro, Giri, Glagah, Licin, Kabat, Sempu, Songgon, Bangorejo, Siliragung, Pesanggaran, Glenmore, Kalibaru, Singojuruh dan Tegalsari.
“Titik rawan longsor itu memang menyebar di semua wilayah. Terlebih dari 15 Kecamatan itu terdapat kemiringan tanah mencapai 45 persen,” katanya, dilansir beritajatim.
Meski demikian titik rawan longsor di Banyuwangi ini tidak berpotensi mengganggu aktivitas warga, karena mayoritas wilayahnya menjauhi daerah permukiman penduduk. Hanya saja, pihaknya berharap tetap siaga dan tanggap karena hal itu juga dapat menimbulkan bencana.
“Dari lima belas Kecamatan itu semua jauh dari aktivitas warga, karena terdapat di wilayah perkebunan maupun hutan yang jauh dari tempat penduduk,” ujarnya.
Tetapi pihaknya mencatat ada dua wilayah yang masuk dalam status mengkhawatirkan karena berdekatan dengan wilayah warga, di antaranya di Kecamatan Bangorejo dan Pesanggaran.
“Di Bangorejo itu yang perlu diwaspadai karena ada Gunung Srawet yang memiliki kemiringan 45 derajat, sedangkan di Pesanggaran itu berada di Dusun Sumberdadi, Desa Kandangan yang hingga kini masih sering terjadi longsor,” katanya.
Banyuwangi kini memasuki musim hujan, yang diprediksi akan berlangsung mulai September hingga November 2016 mendatang, sehingga warga diimbau waspada bencana longsor.
\





