spot_img

Kereta Api Disambit Batu, Puluhan Korban Berjatuhan

LEBAK – Korban-korban pelemparan batu ke rangkaian kereta api Rangkasbitung-Merak, Banten, sebulan teakhir semakin banyak, di antara korban bahkan ada yang hampir buta.

“Kami sudah beberapa kali melakukan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat agar tidak melempar batu ke kereta,” kata Kepala Stasiun Rangkasbitung, Urip, kepada Antara di Lebak, Minggu (2/8/2015).

Ia mengatakan, sebulan terakhir, korban pelemparan batu mencapai puluhan orang. Korban ada yang menderita luka dikepala dan mengeluarkan darah yang banyak, ada juga yang kena mata sehingga terancam buta.

Pelemparan batu kerap terjadi, mulai dari perjalanan Stasiun Catang, Pasir Manggu, Cikeusal, Walantara, Serang, Karangantu, Ciegon hingga Merak.

“Kami berharap masyarakat tidak melakukan pelemparan, karena bisa melukai penumpang yang tidak berdosa dan juga merusak kereta,” katanya.

Urip merasa heran, kenapa si pelempar batu tidak memiliki rasa iba atau kasihan kepada orang lain. Kalau keluarganya yang kena bagaimana?

Pihak PT Kereta Api Indonesia akan berkoordinasi dengan kepolisian dan tokoh masyarakat untuk mencegah aksi pelemparan itu.

Pelaku bisa diancam pasal-pasal dalam UU Nomor 23/2007 tentang Kereta Api, terutama pada Pasal 180-nya.

Pasal 180 UU NOmor 23/2007 itu menyatakan, setiap orang dilarang menghilangkan, merusak, atau melakukan perbuatan yang mengakibatkan rusak dan atau tidak berfungsi sarana dan prasaran perkeretapian.

Mereka pelaku pelemparan itu bisa dikenakan hukuman penjara paling lama 15 tahun.

Suryadi, kepada Antara mengaku, dirinya adalah korban pelemparan batu saat menuju perjalanan Stasiun Cilegon – Karangantu. Ia kini ditangani Klinik Pengobatan PT KAI Rangkasbitung karena bagian kepala mengeluarkan darah.

spot_img

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


spot_img

Latest Articles