CIANJUR – Gempa berkekuatan magnitudo 5,6 mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11/2022) lalu. Akibatnya, sekitar 58 ribu rumah rusak dan 600 orang meninggal dunia. Ditaksir, kerugian akibat bencana tersebut mencapai Rp4 triliun.
Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengatakan bahwa gempa tersebut tidak hanya menghancurkan rumah penduduk, juga fasilitasi kesehatan, pendidikan, jalan, hingga jembatan.
Oleh karena itu, kata Herman, jika dihitung secara kasar, kerugian ditaksir mencapai Rp 4 triliun.
“Ini baru hitungan kasar, dengan puluhan ribu rumah rusak, fasilitas kesehatan, sekolah, dan infrastruktur yang rusak ditaksir kerugian materielnya mencapai Rp4 triliun,” katanya di Cianjur, Rabu (14/12/2022).
Herman menambahkan, pemerintah pusat memberikan perhatian penuh saat masa tanggap darurat hingga pembangunan kembali Kabupaten Cianjur.
Dia menyebut, bantuan yang masuk untuk pemulihan Cianjur Rp6 triliun lebih, mulai dari renovasi rumah, aspek ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan.
“Alhamdulillahnya, kita didukung penuh oleh pemerintah pusat, bahkan untuk bantuan perbaikan rumah saja jika dihitung-hitung dana yang digelontorkan pusat akan mencapai Rp3 triliun. Karena, kan, yang terdampak mencapai 58 ribu (rumah), baik rusak berat, sedang, hingga ringan,” kata dia, dikutip dari detik.com.
Herman menuturkan, di masa pemulihan, Pemkab Cianjur akan mengambil peran di sektor pemulihan ekonomi pascabencana.
Dia mengaku telah merancang kondisi bagi masyarakat relokasi yang jompo untuk wajib masuk ke Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial. Sehingga, kelangsungan hidup setiap bulan bisa dijamin oleh pemerintah.
Untuk remaja usia produktif, akan dididik melalui program 10.000 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) milik Pemerintah Kabupaten Cianjur.
“Yang jago cukur misalnya, sok, jadi tukang cukur. Yang mau dagang, ayo kita kasih modal. Ada yang suka menjahit, ayo ikut pelatihan menjahit. Sehingga, nanti ke depannya semua bisa mandiri,” tuturnya.





