JAKARTA, KBKNews.id – Mengucapkan salam antarsesama muslim bukanlah perbuatan yang sia-sia, melainkan memiliki keutamaan yang luar biasa.
Syekh Abdullah Ju’aitsan dalam bukunya Meneladani Nabi dalam Sehari mengulas tentang berbagai keutamaan memberi salam dengan mengutip beberapa hadis Rasulullah SAW.
Salah satu hadis menyebutkan: “Sesungguhnya manusia yang paling utama di sisi Allah adalah yang terlebih dahulu mengucapkan salam.” (HR Abu Dawud)
Dalam hadis lain, Nabi bersabda: “Demi dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Tidakkah kalian beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah kutunjukkan kepada kalian sesuatu yang jika kalian mengerjakannya niscaya kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian!” (HR Abu Dawud)
Ada pula kisah dalam hadis lain, ketika seseorang datang kepada Nabi dan mengucapkan, “Assalamualaikum.” Kemudian Nabi menjawabnya dan bersabda, “Sepuluh.” (Maksudnya sepuluh kebaikan).”
Kemudian, masuklah yang lain seraya berkata, “Assalamualaikum warahmatullah.” Kemudian Nabi menjawabnya dan bersabda, “Dua puluh.” (yaitu dua puluh kebaikan).”
Kemudian, masuklah orang ketiga seraya berkata, “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.” Kemudian Nabi menjawabnya dan bersabda, “Tiga puluh.” (Yaitu tiga puluh kebaikan).
Setiap tambahan dalam salam tersebut menunjukkan bertambahnya pahala. Karena menyadari betapa besar nilai kebaikan dalam salam, Abdullah bin Umar, sahabat Nabi, sering pergi ke pasar meski tidak memiliki urusan apa pun di sana.
Ia tidak berniaga atau membeli sesuatu, melainkan hanya untuk menyebarkan salam kepada orang-orang di pasar. Hal ini ia lakukan demi meraih keutamaan dan pahala dari mengucapkan salam.





