JAKARTA – Diabetes melitus adalah penyakit yang dapat menyerang siapa saja, baik muda maupun tua. Kondisi ini ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah yang disertai gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein. Faktor pemicu utamanya meliputi obesitas, penuaan, dan genetika.
Menurut laporan Hindustan Times, kini banyak individu berusia 30 tahun atau bahkan lebih muda yang mengalami pradiabetes, gangguan metabolisme glukosa, atau diabetes tipe 2.
Dr. Advait Sharma, Chief Medical Officer di Truworth Wellness, menjelaskan bahwa gaya hidup, stres, dan faktor genetik memainkan peran penting dalam perkembangan diabetes.
Kebiasaan seperti konsumsi alkohol, merokok, dan makan berlebihan sering dijadikan pelarian oleh anak muda untuk mengatasi stres, yang justru memperburuk risiko diabetes.
“Selain itu, dalam lingkungan perusahaan, stres dapat berasal dari berbagai sumber seperti beban kerja, tenggat waktu yang ketat, ketidakamanan pekerjaan, dan bahkan tekanan untuk berprestasi,” katanya.
Untuk mengurangi angka diabetes pada dewasa muda, Sharma merekomendasikan lima langkah gaya hidup berikut:
- Pola Makan Seimbang
Konsumsilah makanan yang kaya nutrisi, seperti buah-buahan, sayuran, protein rendah lemak, dan biji-bijian utuh. Hindari makanan olahan dan minuman manis untuk menjaga kestabilan kadar gula darah.
- Tetap Aktif Secara Fisik
Aktivitas fisik membantu mengatur kadar gula darah, meningkatkan suasana hati, dan meredakan stres. Bahkan aktivitas sederhana, seperti menaiki tangga atau berjalan kaki, dapat mengurangi dampak gaya hidup yang kurang aktif.
- Manajemen Stres
Atasi stres dengan teknik sehat seperti pernapasan dalam, meditasi, atau yoga. Hindari mekanisme tidak sehat, seperti merokok atau konsumsi alkohol berlebihan, demi kesehatan tubuh secara keseluruhan.
- Tidur yang Cukup dan Berkualitas
Kurang tidur dapat meningkatkan resistensi insulin, yang berisiko memicu diabetes tipe 2. Tidur teratur dan cukup adalah kunci penting dalam menjaga kesehatan metabolisme.
- Pemeriksaan Kesehatan Rutin
Deteksi dini pradiabetes sangat penting untuk mencegah peningkatan kadar gula darah. Pemeriksaan kesehatan tahunan, termasuk tes gula darah, dapat membantu mengidentifikasi risiko dan memungkinkan intervensi sejak dini.
Dengan menerapkan pola hidup sehat dan mengelola stres secara bijak, risiko diabetes dapat ditekan, terutama pada usia muda.





