Kim Jong Un Naik Perahu Karet Imbas Korea Utara Banjir

Pyongyang – Korea Utara mengalami banjir hebat dalam sepekan terakhir. Laporan media pemerintah Korea Utara (Korut) menyebut lebih dari 4.000 rumah di negara terisolasi itu terendam banjir akibat hujan lebat yang terus mengguyur beberapa waktu terakhir.

Lahan pertanian seluas 3.000 hektare, kemudian sejumlah bangunan, fasilitas publik dan ruas jalanan setempat juga terendam banjir.

Situasi terkini di Korut itu, sebut KCNA, mendorong digelarnya rapat darurat selama dua hari pada awal pekan ini oleh politbiro Partai Buruh Korea yang berkuasa di negara tersebut.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (31/7/2024), kantor berita resmi Korut, KCNA dalam laporan terbaru menyebut ribuan rumah di area distrik Sinuiju dan Uiju, yang terletak dekat perbatasan dengan China, digenangi banjir.

Kim Jong Un segera menggelar rapat untuk menyikapi banjir yang melanda negaranya itu dan menyatakan keprihatinan mendalam atas kerusakan yang terjadi. Tidak hanya itu, Kim Jong Un juga mendesak dilakukannya tindakan tegas untuk memulihkan area-area yang terdampak banjir.

Kim Jong Un melakukan inspeksi terhadap area-area terdampak banjir pada Minggu (28/7) waktu setempat.

Kawasan Asia Timur seperti Korea Selatan, Korea Utara, dan sebagian wilayah Jepang terdampak hujan lebat yang dibawa oleh badai tropis Gaemi dalam beberapa hari terakhir.

Badai itu memicu tanah longsor di wilayah China bagian selatan hingga menewaskan sedikitnya 12 orang, dan menyebabkan banjir bandang di beberapa wilayah lainnya.

Media pemerintah Korut telah mengulas kewaspadaan mengenai musim penghujan yang menyelimuti negara tersebut dalam beberapa pekan terakhir, dan telah merilis sejumlah laporan mengenai upaya-upaya untuk mengimbangi kerusakan akibat cuaca ekstrem.

Bulan Juli setiap tahunnya merupakan musim penghujan di area Semenanjung Korea. Namun dalam beberapa tahun terakhir, kawasan ini sering dilanda cuaca ekstrem pada bulan-bulan musim panas.

Di Korea Selatan (Korsel), hujan deras yang terus mengguyur telah menyebabkan tanah longsor, memicu penundaan operasional kereta api dan menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur setempat pada awal bulan ini.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here