
MYANMAR – Korban tewas akibat kerusuhan anti kudeta di Myanmar semakin bertambah menjai sebanyak 183 orang, sejak kudeta militer berlangsung pada 1 Februari lalu.
Lembaga pemantau hak asasi manusia, Assistance Association for Political Prisoners (AAPP), melaporkan aparat keamanan kembali menembak mati sedikitnya 20 pengunjuk rasa pro-demokrasi pada Senin (15/3/2021), sementara demonstrasi terus berlangsung di Mandalay dan pusat Kota Myingyan serta Aunglan.
AAPP juga mengatakan setidaknya 74 orang tewas pada Minggu (14/3/2021), sehingga sejauh ini total 183 orang telah terbunuh oleh pasukan keamanan.
Pemadaman internet juga berlangsung untuk ketiga kali setelah junta militer menetapkan darurat militer di kota Hlang Tahyar, Yangon, dan Swepyitha pada Minggu.
Sehari sebelum memutus akses internet, aparat keamanan melakukan penyisiran terhadap pendukung Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) mencari pendukung Aung San Suu Kyi hingga ke kota kecil tempat tinggal Lynn, demikian dilansir CNN.




