MUI Akan Gelar Rapat Bahas Kehalalan Vaksin AstraZeneca

Selain vaksin Sinovac yang diperoleh dari skema kerjasama bilateral dengan China, RI juga menerima vaksin AstraZeneca yang berasal dari jalur multilateral yang dikoordinasikan Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Aliansi Vaksin dan Imunisasi Global (GAVI).

JAKARTA – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan Majelis Ulama Indonesia akan mengadakan rapat dalam waktu dekat untuk membahas kehalalan vaksin AstraZeneca.

“Sehingga fatwa ulamanya bisa keluar dari majelis ulama dalam dua hari ke depan,” kata Budi.

Sebelumnya Budi mengatakan pemerintah Indonesia juga sudah meminta keterangan dari otoritas internasional terkait mengenai keamanan produk vaksin tersebut.

Menurut laporan sementara dari otoritas pengawasan obat dan makanan di Inggris dan Eropa, kata Budi, sampai saat ini korelasi antara pembekuan darah dengan penggunaan vaksin AstraZeneca belum bisa dikonfirmasi.

“Informasi yang saya dapat dari BPOM-nya London, bahwa kejadian itu bukan karena vaksin, tapi memang yang bersangkutan mengalami kejadian itu sendiri di luar masalah vaksinasi,” katanya.

Kendati demikian, ia mengatakan, pemerintah memutuskan untuk menunda penggunaan vaksin produksi AstraZeneca sampai ada konfirmasi dari WHO mengenai keamanan penggunaan vaksin tersebut.

“Mudah-mudahan dalam waktu singkat bisa keluar karena memang betul yang AstraZeneca ada waktu kedaluwarsanya di akhir Mei 2021,” katanya.

 

Advertisement