Korban Traficking dan Perbudakan Meningkat 5 Kali Lipat

HumanTrafficking
ilustrasi

LONDON—Jumlah korban perdagangan manusia dan perbudakan moderen yang dibantu Bala Keselamatan (Salvation Army) di Inggris dan Wales meningkat drastis dalam empat tahun terakhir. Kenaikan ini menunjukkan peningkatan jumlah orang yang dieksploitasi, namun juga kesadaran mereka untuk melaporkan kondisi mereka.

Lembaga amal ini merilis, mereka telah menyelamatkan 1.800-an korban antara April 2015 hingga Maret 2016. Angka ini melonjak drastis jika dibanding periode Juli 2011-Juli 2012 yang hanya 378.

Direktur Anti-Perdagangan Manusia Bala Keselamatan, Anne Baca mengatakan, besar kemungkinan, masih banyak kasus perdagangan dan perbudakan manusia yang belum dilaporkan. “Kesadaran yang lebih besar (dari korban) tanpa bayangan keraguan mengakibatkan lebih banyak lagi orang yang akan teridentifikasi,” katanya kepada Thomson Reuters Foundation dalam sebuah wawancara telepon, Senin (22/8) waktu setempat.

Lembaga ini juga melaporkan, ada sekitar 13 ribu orang yang harus mengikuti kerja paksa, mengalami eksploitasi seksual. Mereka notabene bekerja sebagai asisten rumah tangga. Jika dihitung secara global, praktik kerja paksa ini menghasilkan sekitar US$ 150 miliar keuntungan (ilegal) setiap tahunnya.

Secara rinci dilaporkan, pada periode 2015-2016, mereka yang mencari bantuan ke Bala Keselamatan adalah 269 dari Albania, 148 dari Polandia, 136 dari Nigeria. Lembaga ini menyediakan akomodasi, bantuan hukum dan konseling.

“Selama bertahun-tahun, negara asal korban perbudakan adalah Nigeria. Namun selama dua tahun terakhir dudah bergeser ke Albania,” terang Baca.

 

Advertisement