spot_img

Lakukan Genosida di Namibia, Jerman Dituntut Bayar Kompensasi

BERLIN—Sebuah pernyataan mengejutkan datang dari anggota parlemen Jerman, Norbert Lammert. Ia mengungkit pembantaian yang dilakukan tentara Jerman terhadap warga Namibia satu abad lalu. Ia menyebut tindakan itu sebagai genosida. 

Lammert menulis pernyataanya dalam sebuah kolom di berita mingguan Die Zeit. Menurutnya, mengatakan orang-orang Herero dan Nama telah ditargetkan secara sistematis untuk dibantai oleh pasukan Jerman.

“Menggunakan standar hukum internasional saat ini, menumpas pemberontakan Herero adalah genosida,” tulisnya. Lammert juga menyebut Jerman telah melakukan “perang ras” di Namibia.

Menurut Lammert, ada puluhan ribu Herero dan Nama yang menjadi korban. Tidak hanya melalui pertempuran di medan laga, melainkan juga penyakit yang disebarkan untuk membunuh mereka, serta pengondisian yang memungkinkan orang mati kehausan dan kelaparan. “Lainnya meninggal di kamp konsentrasi dan kerja paksa.” Tentara-tentara Jerman juga merampas tanah dan ternak mereka. Mereka juga mengambil anak-anak perempuan warga Nambia.

Orang-orang Herero melakukan pemberontakan pada Januari 1904 dengan membunuh123 warga sipil Jerman. Suku Nama baru ikut bergabung dalam pemberontakan pada tahun 1905. Para pemimpin kolonial merespon dan membalas dengan kejam pemberontakan itu. Jenderl Lothar von Trotha pun menandatangani surat perintah pemusnahan terhadap pemberontak Hereros.

Mereka yang ditahan di kamp-kamp konsentrasi banyak yang meninggal karena kekurangan gizi dan cuaca buruk. Puluhan orang juga dipenggal kepalanya setelah kematian mereka. Tengkorak mereka dikirim ke peneliti Jerman di Berlin untuk penelitian ilmiah.

Sedikitnya 80.000 orang Hereros yang mendiami Namibia ketika pemberontakan dimulai. Namun, setelah pembantaian itu, mereka hanya tersisa 15.000 orang.

Pada 2011, Pemerintah Jerman secara resmi menyerahkan kembali puluhan tengkorak, yang selama ini banyak tersimpan di rak-rak berdebu di universitas dan klinik.

Hingga kini, Jerman menolak membayar kompensasi atas tindakan yang mereka lakukan. Pemerintah beralasan, ratusan juta euro telah digelontorkan untuk bantuan pembangunan Namibia, sejak memerekakan diri dari Afrika Selatan pada tahun 1990.

Menjelang seratus tahun berakhirnya kekuasaan Jerman di Namibia, kelompok aktivis dan partai-partai oposisi kembali mengungkit kompensasi dan pengakuan resmi dari pemerintah atas pembantaian yang dilakukan.

spot_img

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


spot_img

Latest Articles