DEPOK – Belasan dai akan menjalani proses belajar panjang di Sekolah Dai Dompet Dhuafa, di Bedahan, Sawangan, Depok, Jawa Barat.
Di Sekolah Dai, salah satunya mereka akan belajar seni bela diri Thifan, yang dilaksanakan setiap hari Jumat, dibimbing Ustadz Herman Budianto, selaku salah satu guru Thifan Indonesia, yang juga pengelola Kampung Silat Dompet Dhuafa.
“Cukup lama keinginan menulis atau bercerita tentang beladiri ini terpendam dan memang sengaja dipendam. Dulu takut sok keren nulis ngaku-ngaku ikut beladiri, eh tahu-tahunya berhenti. Tapi yang namanya kebaikan kan lebih baik disebarkan. Mudah-mudahan tulisan ini juga jadi salah satu alat untuk meningkatkan keteguhan hati agar istiqamah mempelajari ilmu tersebut,” jelas Pengki, salah satu Mahasantri Sekolah Dai Dompet Dhuafa
Ditambahkannya, hal yang paling membedakan dari thifan adalah tausyiahnya, adalah yang biasa dilakukan sebelum dan sesudah latihan.
Meski awalnya syarat belajar Thifan itu harus bangsawan keluarga muslim, tetapi saat ini tidak seperti itu lagi. Tetapi tetap ada syarat yang tidak boleh dilanggar yaitu “harus beragama islam”.
Kenapa harus muslim? Karena ini sesuai dengan petuah atau pesan para pendekar pada masa lalu yang berbunyi “Bahwa ilmu ini di wakafkan atau diberikan cuma- cuma untuk umat islam dan untuk membela islam”, demikian dilansir dompetdhuafa.org.





