JAKARTA, KBKNEWS.id – Sebanyak 24 desa (gampong) di Kabupaten Aceh Tengah hingga kini masih terisolasi akibat banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025.
Keterisolasian terjadi karena jalan tertutup longsor dan sejumlah jembatan putus, sehingga akses warga belum sepenuhnya pulih.
Juru Bicara Posko Penanganan Bencana Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, mengatakan desa-desa terisolasi tersebar di lima kecamatan, yakni Bintang, Ketol, Silih Nara, Rusip Antara, dan Linge.
Di Kecamatan Bintang, satu desa yakni Serule masih terisolasi dengan 582 jiwa terdampak akibat timbunan longsor di badan jalan. Kecamatan Ketol menjadi wilayah dengan desa terisolasi terbanyak, yakni sembilan desa dengan total 4.951 jiwa terdampak, disebabkan jembatan putus dan longsor. Sebagian desa di wilayah ini mulai bisa dilalui kendaraan roda dua, namun akses roda empat masih terbatas.
Sementara itu, di Kecamatan Silih Nara, dua desa yakni Terang Engon dan Bius Utama Dusun Gantung Langit masih terisolasi akibat putusnya jembatan. Di Kecamatan Rusip Antara, terdapat lima desa terisolasi dengan 2.765 jiwa terdampak, sedangkan di Kecamatan Linge tercatat tujuh desa yang belum pulih aksesnya dengan total 2.362 jiwa terdampak.
Murthalamuddin menegaskan, pemerintah terus melakukan penanganan darurat dan pemulihan akses, termasuk pembukaan jalur sementara dan perbaikan infrastruktur, agar mobilitas warga di desa-desa terisolasi segera kembali normal.





