Mengenang Abdul Malik Fadjar, Sosok Pembangun Sekolah Muhammadiyah

JAKARTA – Tokoh Muhammadiyah yang pernah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Profesor Abdul Malik Fadjar meninggal dunia, Senin (7/9/2020) pukul 19.00 WIB tadi.

Malik Fajar menutup perjalanan hidupnya pada usia 81 tahun di Rumah Sakit Mayapada, Kuningan Jakarta Selatan.

Semasa hidup, Malik Fadjar pernah menduduki sejumlah jabatan, yakni Menteri Pendidikan Nasional Kabinet Gotong Royong (2001-2004), Menteri Agama Kabinet Reformasi Pembangunan (1998-1999), Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (1983-2000).

Semasa hidup, Malik Fadjar pernah menjabat sebagai Menteri Agama pada era Presiden ke-3 RI BJ Habibie dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di era Presiden Megawati Soekarnoputri.

Dia juga sempat menjabat Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) ad-interim menggantikan Jusuf Kalla yang ketika itu mencalonkan diri sebagai wakil presiden pada Pemilu 2004.

Sementara di luar bidang pemerintahan, Abdul Malik aktif di Ikatan Cendekiwan Muslim Indonesia (ICMI) dan Himpunan Indonesia untuk Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosial (HIPIIS).

Malik juga dikenal sebagai tokoh bangsa yang sangat peduli pada dunia pendidikan. Dia pernah mengabdikan dirinya menjadi guru agama di daerah terpencil di Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 1959, yaitu Sekolah Rakyat Negeri (SRN) Taliwang.

Bukan hanya itu saja, selama puluhan tahun menjadi guru di Muhammadiyah, dia tak sekadar menjadi seorang pendidik, tapi juga berkontribusi besar membangun sekolah-sekolah Muhammadiyah dan perpustakaan desa di daerah Yogyakarta dan Magelang.

Advertisement