KAIRO – Mesir meluncurkan rencana rekonstruksi untuk Jalur Gaza, untuk memulihkan infrastruktur Gaza yang hancur akibat gempuran Israel.
Mesir juga telah berjanji mencegah pemindahan warga Palestina sebagai masalah yang diperburuk oleh proposal ‘pembersihan etnis’ yang kontroversial dari Presiden AS Donald Trump.
Rencana Mesir akan dimulai dengan menciptakan “zona aman” di Gaza, yang dirancang untuk menampung warga Palestina yang mengungsi selama fase rekonstruksi sementara.
Rencana tersebut juga menyerukan kampanye penggalangan dana internasional, dengan partisipasi perusahaan Mesir dan asing, untuk mempelopori pembangunan kembali infrastruktur Gaza, yang diperkirakan akan menelan biaya lebih dari 50 miliar dollar AS.





