Miliki Dua Anak Keterbelakangan Mental, Suyatmi: “Kita Legowo Saja”

YOGYAKARTA – Seorang Ibu di Yogyakarta, Suyatmi mengungkapkan perjuangannya yang tidak mudah dalam merawat kedua anaknya yang mengalami keterbelakangan metal yakni Icha dan Hastari.

Hal tersebut diungkapkannya ketika itu, selepas menjemput anaknya pulang sekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) Prayuwana, Yogyakarta, bertandang ke Kantor Dompet Dhuafa Cabang Yogyakarta.

“Memang anak ini hiperaktif. Kalau di sekolah malah sampai dieret-eret (digendong paksa) guru,” aku Suyatmi.

Membesarkan anak dengan keterbelakangan mental tidaklah mudah bagi Suyatmi. Tidak semua orang bisa memahami kebutuhan khusus yang ada pada anak seperti Icha. Perlakuan bullying dan cemoohan tak jarang Icha dan Hastari dapatkan.

“Saya punya anak seperti ini, perilakunya tidak normal seperti anak seusiannya dan beda dengan yang lain. Karena itu banyak yang cemooh saya. Pernah dulu, bahkan gurunya sendiri dari sekolah sebelumnya bilang ‘dasar bocah ra tau adus’ ke anak saya,” jelas Suyatmi, dilansir dompetdhuafa.org, Selasa (17/12/2019).

Karenanya, ia menasbihkan diri sebagai ibu rumah tangga seutuhnya. Energi yang ia keluarkan menjadi hak bagi anak-anaknya. Merawat dan ‘menjaga’ anaknya menjadi prioritas uatama bagi seorang Hastari. Bukan hanya Icha, Hastari masih memilki dua anak lain yang harus ia urus. Terlebih satu diantaranya memiliki kebutuhan khusus seperti halnya Icha.

Bayangan keluarga sederhana yang bahagia, bak iklan di televisi tidak pernah bisa Hastari bayangkan. Dikaruniai dua anak berkebutuhan khusus bukanlah takdir yang bisa Hastari pilih. Awalnya berat, namun ia tegar menghadapi, membesarkan kedua anaknya dengan sabar. Seperti halnya ibu pada umunya.

“ Awalnya itu saya sempat strees karena banyak hinaan, cercaan, bahkan dari keluarga pun juga masih belum bisa mendukung. Tapi ya kita legowo saja, karena ini apa yang diberikan Allah ke saya. Baik icha atau anak saya yang lain, tetap saya sayang,” ungkapnya.

Advertisement