VIETNAM – Untuk mendapatkan klaim asuransi senilai hampir Rp 2 miliar, seorang wanita di Vietnam rela memotong tangan dan kakinya.
BBC mengutip dari harian People’S police of Vietnam, yang mengungkapkan bahwa Ly Thi N (30) tersebut berpura-pura mengalami kecelakaan kereta api. Dalam modusnya ini ia dibantu temannya yang ia bayar sekitar Rp 30 juta untuk menelepon polisi terkait kecelakaan yang terjadi padanya.
Berlaku sebagai saksi mata, temannya, Doan Van D, menelepon polisi dan mengaku melihat seseorang teregeletak di rel kereta api dengan berlumuran darah dan berusaha mencari ambulans.
Sayang, penipuan tersebut tidak berhasil, dan banyak orang di media sosial yang mengatakan bahwa di Vietnam penipuan seperti itu sudah biasa. “Sebuah kasus lain penipuan asuransi. Sebuah lelucon yang hanya terjadi di Vietnam,” kata Ly Phan, seorang pengguna Facebook.
Diketahui, Ly Thi N nekad melakukan aksi potong kaki dan tangannya karena sedang membutuhkan uang banyak setelah usahanya mengalami kebangkrutan.
Saksi mata yang tidak lain adalah temannya, Doan Van D, menjadi pelaku yang melakukan pemotongan terhadap kaki dan tangannya, dan berusaha orang yang sama yang melakukan pemotongan tangan dan kaki itu, telah memanggil ambulans setelah “menemukan”perempuan itu terluka di perlintasan kereta api di Hanoi.
Harian People’s Police of Vietnam memuat foto perempuan gila itu tiga bulan setelah upaya penipuan tersebut dan luka di tangannya yang putus sudah sembuh.
Sementara itu polisi telah melakukan investigasi atas modus penipuan yang dilakukan pada bulan Mei 2016 lalu ini. Kini, setelah tiga bulan mengalami putus kaki dan tangan, dilaporkan kondisi Ly Thi N sudah mulai membaik.





