JAKARTA, KBKNEWS.id — Sebuah mukena sederhana menjadi hadiah yang menyimpan cerita istimewa bagi Tia, seorang anak yatim yang tengah menata masa depannya.
Hadiah tersebut diberikan Andreina Shavira atau Kak Reina saat keduanya bertemu dalam kegiatan Ruang Mimpi yang digelar Dompet Dhuafa di Panti Asuhan Yayasan Aria Putra, Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan Ruang Mimpi mempertemukan 25 anak yatim dengan para pegiat kreatif, mulai dari content creator, influencer, blogger, hingga komunitas.
Mereka hadir sebagai kakak pendamping untuk mengajak para anak yatim mengenali potensi diri dan berani mengutarakan cita-cita.
Kak Reina, seorang content creator sekaligus pendiri komunitas Mageriin.id, menjadi salah satu pendamping dalam kegiatan tersebut.
Ia mengajak anak-anak untuk tidak takut bermimpi dan percaya bahwa langkah kecil yang dilakukan hari ini dapat menjadi bagian dari perjalanan menuju masa depan.
Dalam kegiatan itu, Reina dipasangkan dengan Tia. Keduanya kemudian berbagi cerita tentang mimpi dan cita-cita yang ingin diwujudkan.
Menariknya, Reina menyadari bahwa dirinya dan Tia memiliki mimpi yang sama, yakni menjadi seorang CEO muda.
“Hari ini kita banyak banget sharing tentang mimpi. Ternyata mimpi aku sama mimpi Tia sama banget, kita sama-sama pengen jadi CEO muda,” cerita Reina kepada tim Dompet Dhuafa.
Pertemuan keduanya semakin berkesan ketika tiba sesi bertukar hadiah. Reina memberikan sebuah mukena kepada Tia. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa hadiah tersebut ternyata berkaitan erat dengan salah satu impian Tia.
Tia rupanya memiliki cita-cita untuk membangun bisnis mukena di masa depan.
“Aku kasih hadiah mukena, dan ternyata Tia punya cita-cita ingin punya bisnis mukena. MasyaAllah, rasanya seperti Allah sedang menunjukkan bahwa setiap mimpi selalu punya jalannya,” ujar Reina.
Bagi Tia, Ruang Mimpi bukan sekadar kegiatan berkumpul. Ia mendapatkan kesempatan untuk menuangkan ide, mengenali dirinya sendiri, sekaligus semakin berani mengungkapkan cita-cita yang selama ini disimpan.
“Aku senang banget, seru, di sini aku bisa menuangkan ide-ide dan jadi lebih mengenal mimpi-mimpi aku,” ungkap Tia.
Saat ini, Tia duduk di kelas XI SMK dan tinggal di Panti Asuhan Aria Putra yang berbasis pesantren. Selain menjalani pendidikan formal, ia juga mempelajari ilmu agama dan menghafal Al-Qur’an.
Perjalanan pendidikan Tia turut didukung melalui beasiswa pendidikan dari Dompet Dhuafa yang telah diterimanya selama beberapa tahun terakhir.
“Alhamdulillah, bantuan beasiswa dari Dompet Dhuafa sangat membantu biaya sekolah saya. Setiap ada kegiatan juga sering mendapat perlengkapan belajar yang sangat bermanfaat. Saya berharap bisa terus mewujudkan cita-cita bersama Dompet Dhuafa,” tuturnya.
Di balik semangatnya mengejar masa depan, Tia juga menyimpan harapan untuk sang ayah. Sejak ibunya meninggal dunia pada 2023, ia berharap ayahnya senantiasa diberikan kesehatan dan umur panjang.
“Semoga ayah selalu sehat dan panjang umur. Tunggu aku sukses nanti,” ucap Tia penuh haru.
Bagi Reina, pertemuan dengan Tia menjadi pengalaman yang mengingatkan bahwa setiap anak memiliki potensi dan mimpi yang layak didengar. Dukungan dari lingkungan sekitar dapat menjadi salah satu kekuatan bagi mereka untuk terus melangkah.
“Terima kasih Dompet Dhuafa sudah mengundang aku. Hari ini benar-benar menyenangkan karena aku bisa mengenal Tia lebih dekat dan ternyata kami punya passion yang sama,” ujar Reina.
Ia berharap kegiatan seperti Ruang Mimpi dapat terus dihadirkan sehingga semakin banyak anak memiliki ruang untuk mengenali potensinya dan berani memperjuangkan cita-cita.
Tia pun menyampaikan terima kasih kepada Dompet Dhuafa yang selama ini mendukung pendidikannya serta Gramedia yang memberikan perlengkapan sekolah.
“Terima kasih kepada Dompet Dhuafa yang terus mendampingi pendidikan saya. Terima kasih juga kepada Gramedia atas perlengkapan sekolah yang diberikan. Semuanya sangat bermanfaat untuk kami. Semoga Dompet Dhuafa dan Gramedia semakin sukses dan terus membawa manfaat bagi banyak orang,” tuturnya.
Melalui Ruang Mimpi, Dompet Dhuafa berupaya menghadirkan ruang perjumpaan yang tidak hanya memberikan inspirasi, tetapi juga mempertemukan harapan dan kepedulian.
Kisah Tia dan Reina menjadi salah satu gambaran bahwa sebuah pertemuan sederhana dapat meninggalkan makna mendalam. Bahkan, sebuah hadiah berupa mukena dapat menjadi simbol bahwa mimpi yang disimpan dalam hati seseorang bisa menemukan jalan dan dukungan untuk diwujudkan.
Dompet Dhuafa mengajak masyarakat untuk terus mendukung anak-anak yatim agar dapat berkarya dan menggapai impiannya melalui Sedekah untuk Yatim, Ikhtiar Meneladani Rasulullah SAW.





